Baca Berita Indonesia : Bahayanya Terlalu Mengosumsi Makanan Siap Saji Guys!

Baca Berita Indonesia : Bahayanya Terlalu Mengosumsi Makanan Siap Saji Guys!

Baca Berita Indonesia : MAKANAN cepat saji menjadi menu andalan semua orang di saat perut lapar. Rasanya enak dan mengenyangkan, tapi ada sejumlah bahaya di balik itu.

Baca Berita Indonesia : 7 Minuman Trandisional Yang Menjadi Rahasia Kecantikan Alami Wanita!

Beberapa penelitian menunjukkan, makanan cepat saji dan makanan olahan mudah meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes serta penyakit kronis lainnya. Di beberapa negara, restoran cepat saji dilarang buka dan melayani pelanggan..

Melalui berbagai penelitian, makanan cepat saji tak hanya sebakan penyakit kronis yang berkaitan dengan gangguan kardiovaskular. Tapi juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada otak Anda.

Yang mengkhawatirkan adalah kebiasaan makan junk food bertahun-tahun bisa memicu banyak penyakit yang tak hanya fisik. Tapi juga bisa mengalami gangguan mental, seperti depresi.

Dalam bukunya Encyclopedia of Junk Food and Fast Food, Andre F Smith mendefinisikan bahwa junk food termasuk produk permen, roti, es krim, makanan ringan dengan bumbu MSG dan minuman kaleng yang memiliki banyak kalori, garam, dan lemak.

Semakin banyak makanan cepat saji yang Anda konsumsi, semakin kecil kemungkinan Anda mendapatkan nutrisi penting yang bergantung pada tubuh Anda. Daripada penasaran, berikut adalah empat efek samping yang didapat karena terlalu banyak makan junk food,

Baca Berita Indonesia : 8 Makanan Yang Sangat Cepat Di Sajikan Dan Paling Hits!

Menyebabkan penurunan daya ingat

Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2011 menunjukkan, orang sehat yang konsumsi makanan cepat saji bisa mengalami penurunan daya ingat, sering badmood dan masalah lainnya yang terkait gangguan mental. Kandungan nutrisi yang sedikit dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu yang menyebabkan peradangan di daerah hippocampus otak, yang dikaitkan dengan penurunan memori.

Meningkatkan risiko demensia

Ada temuan yang menunjukkan bahwa junk food menyebabkan risiko demensia. Insulin diproduksi di pankreas dan membantu pengangkutan glukosa untuk memberi bahan bakar pada tubuh. Insulin juga diproduksi di otak dimana membantu dalam membawa sinyal antara sel saraf. Sebuah studi yang dilakukan di Brown University menunjukkan, orang yang terlalu banyak makanan berlemak dapat meningkatkan kadar insulin.

Mengendalikan nafsu makan

Kelebihan konsumsi lemak trans yang ditemukan pada makanan gorengan dan olahan bisa mempersulit otak berpikir dengan normal. Padahal fungsi otak yang sehat memerlukan asam lemak esensial seperti omega-6 dan omega-3. Kekurangan kedua zat itu meningkatkan risiko gangguan demensia dan gangguan bipolar dan masalah terkait otak lainnya.

Sebabkan depresi

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak justru mengubah aktivitas kimia otak. Makan junk food terlalu sering awalnya stres juga bisa sebabkan depresi lama-lama. Hal ini bisa mengganggu aktivitas harian yang biasa dilakukan.

 

Sumber : Okezone

Creat By : Babeindonesia

Leave a Comment