Baca Berita Indonesia : Kue Keranjang, Asimilasi Budaya Lokal Dan China

Baca Berita Indonesia : Kue Keranjang, Asimilasi Budaya Lokal Dan China

Baca Berita Indonesia :  Kue keranjang atau nian gao jadi sajian ikonik imlek di Indonesia. Kue manis ini diadaptasi dari kuliner ngeri tirai bambu.

Seperti halnya makanan China lainnya di Indonesia, kue keranjang juga mengalami adaptasi dengan budaya lokal, khususnya Jawa.

Baca Berita Indonesia : Biar Hangat, Sore Ini Enaknya Ngemil Martabak Keju Mozzarella Di 5 Tempat Ini!

 

Disebut dengan kue keranjang karena dicetak menggunakan keranjang bambu berbentuk bundar. Kue ini juga dibungkus dengan daun pisang yang berfungsi sebagai pengawet sekaligus memberi aroma harum yang enak.

Ahli sejarah Semarang, Jongkie Tio mengatakan bisa dikatakan masuknya kue keranjang di Indonesia bersamaan dengan masuknya warga China yang berlayar ke Indonesia pada tahun 400-an.

Baca Berita Indonesia : Kue Keranjang, Asimilasi Budaya Lokal Dan China

“Tionghoa itu masuk Indonesia tahun 400-an. Saat itu masih pria yang datang. Kalau di Semarang itu mendaratnya di daerah Mangkang. Nama Mangkang itu dari nama kapal China Wangkang,” kata Jongkie.

Bandar Bola

Kue manis lengket itu merupakan hantaran wajib di klenteng. Sedangkan dulu ketika pelaut China mendarat, mereka akan mendirikan klenteng kecil untuk ucapan syukur pada Dewa Bumi.

Baca Berita Indonesia : Kue Lapis Legit Jadi Simbol Kemakmuran Yang Berlapis

 

“Orang Tionghoa kalau mendarat berterimakasih kepada Dewa Bumi, membuat klenteng. Di daerah pantai pasti ada klenteng kecil,” pungkasnya.

Wujud kue Keranjang yang masih asli memang yang dibalut dengan daun pisang. Sedangkan kini sudah ada yang dibungkus plastik bahkan dengan varian rasa. Meski demikian maknanya tetap tidak berubah.

Baca Berita Indonesia : Kue Keranjang, Asimilasi Budaya Lokal Dan China

“Rasa manisnya itu dimaksudkan agar berpikiran baik dan bicara yang manis. Lengketnya itu merupakan satu kesatuan, dengan falsafah pliketnya itu (lengket),” ujar Jongkie.

Sejak pertama masuk dibawa oleh pelaut China, kue keranjang pun berasimilasi dengan budaya dan kuliner lokal. Meski kue keranjang sendiri tetap bertahan, tapi ada beberapa kuliner Indonesia yang merupakan turunan dari kue keranjang.

Baca Berita Indonesia : Ini Kuih Legit Khas Malaysia Yang Disajikan Di Tahun Baru

 

“Turunan kue keranjang itu ada wajik, jenang, dodol, dan lainnya,” jelas Jongkie.

Seperti diketahui hampir setiap daerah di Indonesia punya jenis jenang dan dodol berbeda. Diberi paduan rasa gula merah, wijen hingga aneka buah-buahan tropis. Ini sebagai bukti citarasa lokal beradaptasi dengan kue keranjang.

Baca Berita Indonesia : Tak Hanya Enak, 7 Camilan Imlek Populer Di China Ini Punya Arti Simbolik

 

Sumber : DETIKFOOD

Creat By : Babeindonesia

Leave a Comment