EtIndonesia. Bentrokan kembali meletus di perbatasan Thailand dan Kamboja. Militer Thailand pada Senin (8/12/2025) menyatakan bahwa seorang prajurit Thailand tewas dalam baku tembak, sementara beberapa lainnya terluka. Militer Thailand kemudian melancarkan serangan udara ke wilayah sengketa dengan Kamboja. Warga di kawasan perbatasan dievakuasi secara besar-besaran, dan Kementerian Pendidikan Thailand memerintahkan penutupan 641 sekolah di wilayah perbatasan.
Menurut laporan AFP, juru bicara Angkatan Darat Thailand, Winthai Suvaree, dalam pernyataannya mengatakan bahwa militer Kamboja pada pagi hari menembaki beberapa lokasi di perbatasan Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand. Insiden tersebut menewaskan seorang prajurit Thailand dan melukai beberapa lainnya. Militer Thailand kemudian melakukan serangan balasan dengan mengerahkan jet tempur F-16 untuk menyerang sasaran militer Kamboja.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, menyatakan bahwa pada 8 Desember pagi, militer Thailand melancarkan serangan terhadap pasukan Kamboja di Provinsi Preah Vihear dan Provinsi Oddar Meanchey. Ia menegaskan bahwa pihak Kamboja tidak melakukan serangan balasan.
Angkatan Darat Kerajaan Thailand membantah pernyataan juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja yang menuduh Thailand sebagai pihak yang lebih dahulu menembak. Bahkan, menggunakan berbagai jenis senjata untuk menyerang pasukan Kamboja. Militer Thailand menegaskan bahwa “pihak Kamboja yang lebih dahulu membuka tembakan” dan bahwa pihak Thailand memiliki bukti kuat yang membuktikan waktu, lokasi, serta dampak serangan terhadap pasukan Thailand.
Thailand juga menyerukan agar Kamboja menghentikan tuduhan dan pernyataan yang tidak berdasar, karena hal tersebut dinilai menghambat upaya kedua negara dalam menyelesaikan ketegangan perbatasan secara damai.
Sehari sebelumnya, surat kabar Bangkok Post melaporkan bahwa pada 7 Desember sekitar pukul 14.00, terjadi bentrokan bersenjata selama 35 menit di Distrik Kantharalak, Provinsi Si Saket, di perbatasan Thailand–Kamboja. Insiden tersebut mengakibatkan dua prajurit Thailand terluka. Militer Thailand juga memerintahkan evakuasi warga di wilayah perbatasan.
Kementerian Luar Negeri Thailand pada 7 Desember malam menyebutkan bahwa pasukan Kamboja menembaki prajurit Thailand yang sedang memperbaiki jalan di wilayah Thailand, sehingga memaksa militer Thailand melakukan tembakan balasan sesuai aturan keterlibatan. Insiden tersebut mengakibatkan dua prajurit Thailand terluka, satu terkena tembakan di kaki dan satu lainnya tertembak di bagian dada.
Sebelumnya, surat kabar The Nation melaporkan bahwa Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Menteri Pertahanan Nattapon Nakpanich dijadwalkan mengunjungi empat provinsi perbatasan pada 8 Desember. Namun, rencana tersebut dibatalkan. Pada (8 Desember) pagi pukul 09.00, Anutin memanggil seluruh lembaga keamanan terkait untuk mengadakan rapat darurat.
Menteri Pendidikan Thailand, Narumon Pinyosinwat, pada 8 Desember mengatakan bahwa karena pecahnya konflik di perbatasan Thailand–Kamboja, pemerintah telah memerintahkan evakuasi personel di wilayah berisiko tinggi. Demi menjamin keselamatan guru dan siswa, sebanyak 641 sekolah di wilayah perbatasan di empat provinsi — Si Saket, Ubon Ratchathani, Buriram, dan Sa Kaeo — ditutup sementara.
Thailand dan Kamboja sebelumnya juga terlibat konflik perbatasan selama lima hari pada Juli tahun ini. Konflik tersebut kemudian berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Pada Oktober, Trump secara langsung menghadiri penandatanganan kesepakatan gencatan senjata yang diperluas di Kuala Lumpur. (Hui)
Sumber : NTDTV.com




