4 Prinsip Bisnis ala Rasulullah SAW agar Usaha Untung dan Berkah

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam dalam setiap aspek kehidupan, tidak hanya dalam beribadah tetapi juga dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah merupakan seorang pedagang yang sukses jauh sebelum diangkat menjadi nabi. 

Rasulullah SAW menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kecerdikan, tetapi juga oleh integritas dan nilai moral. Keteladanan inilah yang menjadikan prinsip bisnis ala Rasulullah SAW relevan lintas zaman dan layak dijadikan panduan bagi pelaku usaha yang ingin meraih kesuksesan sekaligus keberkahan.

Baca Juga :
Cara BTN Pertegas Komitmen Dukung Keberlanjutan Lingkungan
RUPSLB, SIG Akselerasi Tiga Strategi Utama Genjot Kinerja Bisnis

Prinsip bisnis yang diajarkan Rasulullah SAW tidak hanya relevan untuk umat Islam, tetapi juga selaras dengan praktik ekonomi modern yang menjunjung etika, keadilan, dan keberlanjutan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman bagi pelaku usaha yang ingin meraih keuntungan sekaligus keberkahan. 

Rasulullah SAW sebagai ersebut menegaskan bahwa kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari nilai keberkahan yang menyertainya. Dikutip dari Zeed Sharia pada Minggu, 28 Desember 2025, berikut empat tips bisnis ala Rasulullah SAW yang dapat diterapkan dalam aktivitas perdagangan.

Ilustrasi bisnis online.
Photo :
  • http://rumpitekno.com

1. Meluruskan Niat

Rasulullah SAW mengajarkan tujuan berdagang tidak semata mengejar keuntungan materi, melainkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Bisnis yang dimulai dengan niat yang ikhlas diyakini akan menghadirkan keberkahan dalam setiap prosesnya.

Dari Rafi’ bin Khadij, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang mata pencaharian terbaik. Beliau menjawab,

Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang dilakukan secara jujur adalah mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Allah SWT juga berfirman,

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275).

Dua dalil tersebut menjadi dasar penting dalam menata niat berbisnis sesuai tuntunan Islam.

2. Menjaga Kejujuran dalam Setiap Transaksi

Kejujuran menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan antara penjual dan pembeli. Nabi Muhammad SAW melarang praktik kecurangan, seperti mengurangi timbangan atau menyembunyikan informasi barang.

Nilai kejujuran ini tercantum dalam sebuah hadis yang menunjukkan keutamaan tinggi kedudukan pedagang yang jujur di sisi Allah SWT. Dalam HR. Ibnu Majah dan Ad-Daruquthni), dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga :
Liburan Tak Harus ke Luar Kota, Bisnis Atraksi Urban Kian Bergairah
Bahlil: Saya Tak Pernah Jadikan Golkar untuk Kepentingan Bisnis Pribadi
Digantikan Hans Patuwo, Patrick Walujo Dinilai Sukses Dongkrak Kinerja GoTo

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MAKI Kesal KPK Setop Kasus Izin Tambang Rp 2,7 T, Minta Kejagung Ambil Alih
• 10 jam laludetik.com
thumb
Penguatan Irigasi Kementan Tuai Apresiasi KAMMI, 40 Ribu Kader Siap Kawal Program Swasembada Pangan
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Heboh, Insentif Guru Honorer 2026 Naik, Wali Kota Ini Angkat Bicara
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Kebakaran Rumah di Pademangan Diduga Akibat Korsleting Listrik
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
6 Jembatan Bailey di Aceh Rampung, 12 Lainnya Dipercepat
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.