Polda Metro Jaya memaparkan capaian kinerjanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang 2025. Salah satu poin menonjol dalam laporan tersebut adalah keberhasilan pihak kepolisian dalam membubarkan ratusan aksi tawuran yang terjadi di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya.
Dalam rilis akhir tahun yang digelar di gedung Balai Pertemuan Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa sebanyak 440 aksi tawuran berhasil ditangani secara efektif sepanjang 2025. Selain tawuran, Polda Metro Jaya juga berhasil menangani fenomena sosial lainnya, seperti balap liar, kekerasan jalanan, serta perilaku berisiko lainnya yang kerap melibatkan anak muda.
"Kami juga menangani fenomena sosial yang menyentuh sisi kemanusiaan. Dengan adanya tawuran kekerasan jalanan, balap liar, dan perilaku beresiko yang kerap melibatkan anak-anak muda. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 440 kejadian tawuran, keributan kelompok," kata Asep.
Baca juga: Polda Metro Tangani 4.271 Kasus Kejahatan Siber, Scam Online Paling Marak
Langkah yang diambil Polda Metro Jaya tidak hanya berfokus pada penindakan hukum (represif), tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan (preventif). Strategi ini dilakukan melalui pendekatan multisektoral yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
"Langkah penanganan yang kami lakukan tidak hanya penindakan, tapi juga pencegahan melalui patroli pembinaan, kolaborasi dengan pihak sekolah, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah," jelas Asep.
Keberhasilan membubarkan ratusan aksi tawuran ini diklaim sebagai wujud nyata komitmen Polda Metro Jaya dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Patroli kewilayahan akan terus ditingkatkan guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, terutama dalam meminimalisir keterlibatan anak-anak muda dalam aksi-aksi yang merugikan.
Polda Metro Jaya juga mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih proaktif dalam mengawasi kegiatan anak-anak mereka guna mencegah terjadinya perilaku menyimpang di jalanan.




