Jakarta, tvOnenews.com - Persib akan kembali mengajukan penjadwalan ulang alias reschedule untuk pertandingan Super League 2025-2026 setelah jadwal babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 rilis.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak keberatan atas jadwal padat Maung Bandung sepanjang Februari 2026 dengan tampil di dua kompetisi tersebut. Bagi Bojan Hodak, tim akan menghadapi kesulitan untuk tampil di ACL Two jika tak didukung oleh PSSI dan I.League sebagai operator liga.
"Ini bisa saja berdampak, jadi pada akhirnya ini tergantung pada PSSI dan Liga, jika ingin wakil dari Indonesia melaju di kompetisi itu maka mereka harus membantu kami," kata Bojan.
Babak 16 besar ACL Two akan mempertemukan Persib Bandung melawan Ratchaburi FC. Kedua tim akan bertemu pada 11 dan 18 Februari 2026 mendatang.
Namun jadwal akan terasa padat dengan empat pertandingan Super League yang berlangsung sepanjang Februari 2026 mendatang. Di mana Persib secara beruntun akan menghadapi Malut United (6 Februari 2026), Borneo FC Samarinda (16 Februari 2026), Persita (22 Februari 2026) dan Madura United (26 Februari 2026).
Bojan Hodak mengakui salah satu kesulitan tim adalah bepergian jauh hanya untuk laga tandang di liga domestik. Hal serupa bahkan tak pernah dialami klub Eropa, dalam pertandingan Liga Champions sekali pun, perjalanan panjang tak akan dialami oleh para pemain.
"Perbedaannya di Eropa tidak terlalu lama melakukan perjalanan. Kalian tahu, Asia itu sangat besar dan ini menjadi masalah utama," kata Bojan.
"Karena di sini, setiap tim harus menempuh beberapa jam perjalanan. Di Eropa tidak seperti itu, hanya perlu 1-2 jam," kata Bojan.
Bahkan dalam beberapa kesempatan, tim Eropa justru akan berangkat untuk bertandang di hari H pertandingan. Bojan Hodak menggambarkan perjalanan jauh di Eropa bahkan tak akan menghabiskan banyak waktu.
"Maksimal perjalanan paling jauh dari Portugal ke Rusia itu sekitar 5 jam, tapi yang lainnya hanya sekitar 1-2 jam. Ini perbedaan yang besar," katanya.




