Remaja Rentan Paparan Paham Radikal di Ruang Digital

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut masih berada dalam fase pencarian jati diri.

"Cara rekrutmen tidak hanya melalui tatap muka, tetapi sudah melalui ruang digital. Jika dulu hanya laki-laki dan perempuan dewasa yang dijadikan sasaran rekrutmen, sekarang menyasar pada remaja dan anak. Mereka sangat rentan terhadap paparan radikalisme yang menggunakan piranti digital di berbagai platform media sosial," ungkap Kelompok Ahli BNPT Bidang Kerja Sama Internasional, Darmansjah Djumala, dalam keterangan resmi, Rabu (31/12). 

Mantan Duta Besar RI untuk Austria dan PBB di Wina itu menilai fenomena itu memerlukan perhatian ekstra dari seluruh pemangku kepentingan. Ia mencontohkan kasus pengeboman oleh siswa SMA 72 Jakarta Utara sebagai bukti bahwa ruang digital semakin tidak ramah bagi remaja. 

"Ruang digital sudah tidak ramah lagi bagi anak dan remaja yang sedang mengalami proses pencarian jati diri. Konten kekerasan, bahkan cara-cara membuat peledak pun, dengan mudah dapat diakses oleh remaja dan anak," ujarnya. 

Djumala mengungkapkan keprihatinannya terhadap data pada 2025 yang menunjukkan Densus 88 memeriksa 112 anak yang terpapar radikalisasi melalui gim online dan media sosial. Anak-anak tersebut tersebar di 26 provinsi di Indonesia, menandakan luasnya sebaran paparan radikalisme digital.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Djumala menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan counter narasi terhadap konten ajakan kekerasan di ruang digital. Ia menilai ruang digital saat ini menjadi medan utama dalam upaya pencegahan terorisme.

"Selain melakukan counter narasi terhadap konten yang memuat paham kekerasan di media sosial, setiap kerja sama di bidang terorisme baik dalam konteks bilateral, regional, maupun multilateral, perlu memasukkan isu pencegahan tindakan kekerasan oleh remaja dan anak melalui ruang digital sebagai program prioritas," tutupnya. (MTVN/I-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mobil Tabrak Bus TransJakarta di Kawasan Bundaran HI
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Satria Muda Lepas Mario Davidson Jelang Bergulirnya IBL 2026
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo akan Habiskan Malam Tahun Baru Bareng Warga Terdampak Banjir di Lokasi Pengungsian
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Jateng Diserbu 8,6 Juta Orang saat Nataru, Diprediksi Masih Akan Bertambah
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Perayaan Tahun Baru 2026 di Tembok Besar China
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.