GenPI.co - Sebanyak 1.815 korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, dilaporkan sakit karena kondisi lingkungan berlumpur kering serta berdebu.
Plt Kepala BPBD Aceh Timur Afifullah mengatakan ada juga 843 orang yang dilaporkan luka-luka, akibat terseret arus, dan terjatuh saat evakuasi.
“Pascabanjir, ada 1815 orang yang sakit dan 843 orang lainnya terluka, akibat dampak bencana,” katanya, dikutip dari Antara, Kamis (1/1).
Dia mengungkapkan kondisi di sejumlah wilayah di Aceh Timur saat ini, memang dipenuhi debu tebal dari lumpur mengering.
Debu juga timbul, karena aktivitas pembersihan jalan dan permukiman yang dilakukan warga. Kondisi ini, dikhawatirkan memicu gangguan pernapasan.
Afifullah menyampaikan kondisi lingkungan juga masih kotor, lembap, dan dipenuhi sisa lumpur, sehingga berisiko menyebabkan penyakit kulit, diare, dan infeksi lainnya.
“Air bersih terbatas, dan fasilitas sanitasi kurang layak di sejumlah wilayah, memperbesar peluang penularan penyakit,” ujarnya.
Data juga mencatat ada 7.964 jiwa dari 2.417 keluarga, masih mengungsi di 24 lokasi pengungsian.
Padatnya pengungsian, minim sarana mandi dan sanitasi, paparan debu serta udara yang tidak sehat, meningkat risiko gangguan kesehatan.
Warga yang memilih tetap bertahan di rumah pun menghadapi risiko yang sama. Banyak yang membersihkan rumah, tanpa didukung alat pelindung diri yang memadai.
“Kondisi tersebut, membuat warga menjadi rentan terhadap luka, infeksi, maupun gangguan pernapasan,” ucapnya. (ant)
Video seru hari ini:



