Permintaan Global Meningkat, Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas Naik di Awal 2026

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Nilai tersebut naik 4,54 persen dibandingkan periode kedua Desember 2025 yang tercatat USD5.613,83 per WMT. 

Permintaan Global Meningkat, Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas Naik di Awal 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) untuk periode pertama Januari 2026 sebesar USD5.868,51 per Wet Metric Ton (WMT). 

Nilai tersebut naik 4,54 persen dibandingkan periode kedua Desember 2025 yang tercatat USD5.613,83 per WMT. 

Baca Juga:
Reli Berlanjut, Harga Tembaga Dekati USD13.000

Kenaikan juga dialami HPE emas yang menjadi USD138.324,41 per kilogram dari USD133.912,59 per kilogram. Selain itu, Harga Referensi (HR) emas naik menjadi USD4.302,37 per troy ounce (t oz) dari USD4.165,15 per t oz. 

Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kemendag) Nomor 2404 Tahun 2025 tentang Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar, yang berlaku efektif untuk periode 1–14 Januari 2026.

Baca Juga:
Ambil Untung Tekan Harga Tembaga di Akhir 2025, Kinerja Tahunan Tetap Moncer

"Kenaikan harga mineral penyusun konsentrat tembaga didorong meningkatnya permintaan global, terutama untuk memenuhi kebutuhan pengembangan industri energi listrik, ekosistem kendaraan listrik, serta proyek infrastruktur strategis di berbagai negara. Kondisi ini diperkuat oleh faktor pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang memicu pergeseran preferensi investor ke aset komoditas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana, dalam keterangan tertulis, Rabu (31/12/2025).

Lebih lanjut, Tommy mengungkapkan, penguatan HPE konsentrat tembaga didorong kenaikan harga seluruh mineral penyusunnya secara simultan. 

Baca Juga:
BUMI Optimistis Kinerja Makin Stabil Usai Akuisisi Tambang Emas dan Tembaga

"Selama periode pengumpulan data, harga tembaga (Cu) naik 5,75 persen, emas (Au) naik 3,29 persen, dan perak mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 16,46 persen. Sinergi kenaikan ketiga logam ini berdampak langsung pada nilai jual konsentrat tembaga di pasar ekspor," kata dia.

Tommy menegaskan, penetapan HPE dan HR didasarkan pada masukan teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada harga pasar internasional. 

Secara spesifik, harga tembaga merujuk pada London Metal Exchange (LME), sementara emas dan perak mengacu pada London Bullion Market Association (LBMA). 

Proses ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L), yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Perindustrian. 

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Di antara Angin Pantai dan Kelapa Muda
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Pastikan Tidak Ada Impor Beras, Gula, dan Jagung pada 2026
• 4 jam lalumatamata.com
thumb
Kemarin, DPR respons superflu-ratusan huntara bagi korban banjir Aceh
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
[Foto] Empati Bencana Sumatra, Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Tanpa Kembang Api
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
BTS siap "comeback" pada bulan Maret 2026
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.