JAKARTA, KOMPAS.com - Kericuhan di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, yang pecah pada pertengahan Desember 2025 kini memasuki babak baru.
Dua pekan setelah peristiwa itu, polisi akhirnya menangkap pelaku pembakaran yang merusak kios dan kendaraan warga.
“Kami infokan bahwa untuk pelaku pembakarannya kami sudah melakukan penangkapan," kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Polisi menyatakan penangkapan pelaku pembakaran masih diikuti dengan pengembangan kasus untuk mengungkap keterlibatan tersangka lainnya.
Baca juga: Pengakuan Komunitas Soal 2 Mata Elang yang Tewas Dikeroyok Polisi di Kalibata
"Sedang proses pengembangan terhadap tersangka lainnya,” kata Iman.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=jakarta selatan, Polda Metro Jaya, pembakaran kios, kericuhan kalibata, kriminal jakarta, Kasus Kalibata, pembakar kios di Kalibata ditangkap&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMS8wOTE0NTA4MS9qZWphay1hbWFyYWgtZGkta2FsaWJhdGEtZGFuLXBlbGFrdS1wZW1iYWthcmFuLXlhbmctYWtoaXJueWEtZGl0YW5na2Fw&q=Jejak Amarah di Kalibata dan Pelaku Pembakaran yang Akhirnya Ditangkap§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Meski begitu, polisi belum merinci identitas dan jumlah pelaku pembakaran kios-kios di Kalibata yang telah ditangkap.
Bermula dari pengeroyokanKericuhan tersebut berakar dari peristiwa pengeroyokan dua mata elang di area parkiran Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Enam orang terlibat dalam aksi kekerasan itu, yang belakangan diketahui merupakan aparat kepolisian dari satuan pelayanan markas Mabes Polri.
Akibat pengeroyokan tersebut, satu korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu lainnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
Baca juga: Mata Elang yang Tewas di Kalibata Disebut Memiliki Surat Tugas Saat Tarik Motor
“Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, Jumat (12/12/2025).
Pengeroyokan dipicu oleh penolakan salah satu pelaku saat sepeda motornya hendak ditarik. Pelaku kemudian memanggil rekan-rekannya hingga konflik berujung fatal.
Amarah yang meledakKetidaktahuan pihak keluarga dan rekan korban terkait identitas pelaku memicu kemarahan lanjutan.
Saat malam tiba, sekelompok orang yang mengaku sebagai teman korban mendatangi lokasi kejadian.
“Mereka meminta kalau bisa yang mengeroyok itu diserahkan ke polisi. Namun, tidak mendapatkan informasi,” kata Nicolas.
Baca juga: Pelaku Pembakaran Kios di Kalibata Masih Diburu Polisi
Karena tak mengetahui pelaku sebenarnya, kemarahan pun meluas. Pedagang kaki lima dan warga di sekitar lokasi menjadi sasaran pelampiasan.


