Gubernur: Malam tahun baru 2026 di Jatim kondusif

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan malam pergantian tahun baru 2026 di Jawa Timur berlangsung aman dan kondusif.

“Alhamdulillah, pergantian tahun baru di Provinsi Jawa Timur berlangsung aman, lancar dan juga kondusif. Seluruh warga merayakan dengan penuh optimisme yang positif menyambut datangnya tahun baru 2026,” kata Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Kamis.

Khofifah meninjau sejumlah titik strategis pengamanan malam tahun baru di Surabaya, Rabu (31/12) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur.

Sebelum melakukan peninjauan lapangan, Gubernur Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil dan jajaran Forkopimda mengikuti video conference bersama Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara daring yang membahas kesiapan pengamanan malam tahun baru di seluruh wilayah Jawa Timur.

Usai mengikuti video conference, rombongan Forkopimda melakukan pengecekan langsung ke Pos Pengamanan Operasi Lilin di sejumlah lokasi vital, antara lain Pos Pengamanan depan City of Tomorrow (CITO) dan kawasan Taman Bungkul, Surabaya.

Peninjauan meliputi kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, serta mekanisme pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi pengguna transportasi umum yang meningkat selama libur Natal dan tahun baru.

“Di lokasi ini dinilai sebagai titik vital dengan mobilitas masyarakat yang tinggi selama libur Natal dan tahun baru,” ujar Khofifah.

Berdasarkan hasil pemantauan, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), instansi vertikal, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat yang telah bersinergi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat menjadikan malam pergantian tahun sebagai momentum refleksi kemanusiaan dan solidaritas nasional dengan mengimbau perayaan dilakukan secara sederhana dan diisi doa lintas agama.

“Doa lintas agama sebagai bentuk refleksi kemanusiaan dan solidaritas nasional terhadap masyarakat yang sedang mengalami bencana. Sudah selayaknya kita hadir dengan empati, bukan euforia. Pergantian tahun kita maknai dengan doa dan keprihatinan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto mengatakan hasil pemantauan di sejumlah titik menunjukkan situasi keamanan yang terkendali, termasuk di jalur strategis seperti Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan ruas jalan tol.

“Kegiatan pengamanan melibatkan 12 ribu yang meliputi gabungan TNI, Polri, dan Pemda serta stakeholder,” katanya.

Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan sebagai bentuk empati terhadap daerah-daerah yang tengah mengalami musibah bencana.

“Ada tiga provinsi di Indonesia yang sedang mengalami musibah. Tidak elok jika kita tidak menunjukkan keprihatinan. Silakan menyambut Tahun Baru dengan cara yang sederhana, khidmat, dan penuh makna,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menghindari Retur Pembayaran Tunjangan Guru
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Car Free Night Sambut Tahun Baru, Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta Ditutup
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Tahun Baru 2026, Pramono Anung Minta Sambut dengan Penuh Atensi dan Empati Untuk Masyarakat Terdampak Musibah
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Polri Naikkan Pangkat 42 Perwira Tinggi di Akhir 2025, Ini Daftarnya!
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Daftar Tempat Wisata untuk Liburan Keluarga di Bandung yang Berkesan
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.