Pasang Laut di Kaltim 2,8-3,1 Meter, Berpotensi Rusak Tambak

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan menyatakan pasang laut setinggi 2,8 - 3,1 meter di kawasan pesisir Provinsi Kalimantan Timur berpotensi merusak tambak, sehingga pengelola tambak diimbau waspada agar tidak merugi.

"Pasang laut bisa berdampak pada sejumlah hal, seperti menyebabkan terjadinya banjir rob, tambak terendam hingga rusak, dan sejumlah dampak lain " ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Diyan Novrida di Balikpapan, Kamis.

Kawasan yang mengalami pasang laut tersebut antara lain di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), Kabupaten Kutai Kartanegara dengan pasang tertinggi 2,8 meter diperkirakan terjadi pada 4 – 5 Januari 2026 pukul 19.00 dan 20.00 Wita, sementara surut terendah 0,3 meter pada 5 Januari pukul 02.00 Wita.

Sedangkan kawasan Pulau Nubi dan sekitarnya, terutama di Muara Pantauan, banyak tambak udang dan kepiting milik warga yang aktif, sehingga dengan adanya peringatan dini BMKG ini diharapkan warga melakukan kesiapsiagaan agar petambak tidak merugi.

Kemudian di perairan Balikpapan, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 6 Januari dengan ketinggian 3,1 meter pukul 20.00 Wita, surut terendah 0,4 meter pada 7 Januari pukul 13.00 Wita.

Sementara di perairan Balikpapan setidaknya terdapat lima kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surut laut, yakni Samboja dan Samboja Barat (Kabupaten Kutai Kartanegara), Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Pada empat kawasan pesisir ini masih banyak tambak aktif, sehingga ketika terjadi pasang laut dikhawatirkan budidaya warga, seperti udang, ikan, maupun kepiting bisa hilang terdampak arus laut.

"Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas sosial di kawasan pesisir, bahkan bisa jadi air laut masuk permukiman warga yang dekat pantai, termasuk membahayakan anak-anak yang bermain di pantai," ujar Diyan.

Peringatan dini juga disampaikan untuk warga di sejumlah kawasan pesisir lain, seperti di muara Sungai Berau dan sekitarnya, dengan potensi pasang tertinggi 2,8 meter pada 6 Januari 2026 pukul 22.00 Wita, surut terendah 0,3 meter pada 6 Januari pukul 16.00 Wita.

Di kawasan ini ada pelabuhan besar (Pelabuhan Tanjung Redeb), pelabuhan sungai yang terpengaruh langsung oleh pasang surut laut, kemudian sejumlah tambak aktif, dan kegiatan ekonomi lain di kawasan pesisir, sehingga semua pihak diimbau selalu waspada.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hadapi 7.426 Kasus Narkoba, Pemprov DKI Siapkan Tiga Strategi Utama di 2026
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Park Seo-joon Rayakan Ulang Tahun V BTS, Kirim Pesan Penuh Kehangatan
• 16 jam lalumerahputih.com
thumb
Bantuan ATENSI Kemensos fokuskan pada pemberdayaan kelompok rentan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo: Jangan Uang Lelah, Uang Semangat, TNI Gak Kenal Lelah
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Cek Posko Kesehatan Warga di Batang Toru, Pastikan Layanan Optimal
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.