JAKARTA, DISWAY.ID — Kota New York memasuki era kepemimpinan baru tepat pada pergantian tahun. Politisi muda progresif Partai Demokrat, Zohran Mamdani, akan resmi dilantik sebagai Wali Kota New York ke-111 pada Kamis (1/1/2026).
Pelantikan Mamdani berlangsung dengan cara yang tidak lazim. Ia dijadwalkan terlebih dahulu mengucapkan sumpah jabatan secara privat di bekas stasiun bawah tanah (subway) Old City Hall yang sudah tidak beroperasi.
Pemilihan lokasi tersebut sarat simbolisme, merepresentasikan komitmen Mamdani terhadap infrastruktur publik dan kaum pekerja yang bergantung pada transportasi massal.
BACA JUGA:Ebo Noah Ngaku Terima Wahyu dari Tuhan Ditahan Polisi Ghana, Bangun Bahtera Untuk Selamatkan Warga dari Banjir Besar
“Stasiun ini adalah monumen bagi kota yang berani membangun hal-hal besar untuk mengubah hidup rakyatnya. Ambisi itu tidak boleh hanya menjadi kenangan, tetapi harus menjadi tujuan administrasi kami,” ujar Mamdani dalam pernyataan resminya.
Bekas stasiun Old City Hall dipilih sebagai representasi kelas pekerja sekaligus simbol peluang baru bagi masa depan New York.
Stasiun tersebut pertama kali beroperasi pada 1904 sebagai bagian dari 28 stasiun awal sistem subway kota.
Operasionalnya dihentikan pada 1945 seiring modernisasi transportasi, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai landmark Kota New York pada 1979 dan masuk Daftar Tempat Bersejarah Nasional Amerika Serikat pada 2004.
Dalam pernyataan terpisah yang dikutip The Guardian, tokoh progresif Letitia James menilai Mamdani memahami esensi kehidupan warga New York yang hidup berdampingan di tengah keberagaman kota.
BACA JUGA:Geger Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York Dituding 'Komunis' dan Terancam Diusir dari Amerika
“Kita semua menaiki kereta yang sama, menuju tempat-tempat yang jauh dan luas. Zohran memahami bahwa setiap warga berhak atas kota tempat mereka berkembang, apa pun jalur subway yang mereka gunakan,” ujarnya.
Usai prosesi privat, pelantikan publik digelar siang hari di tangga Balai Kota New York. Jaksa Agung New York, Letitia James yang memimpin pengambilan sumpah, Mamdani meletakkan tangannya di atas Al-Quran.
Dengan demikian, ia tercatat sebagai orang Asia Selatan pertama sekaligus Muslim pertama yang menduduki jabatan eksekutif tertinggi di kota terbesar Amerika Serikat tersebut.
Mamdani sebelumnya menegaskan komitmennya untuk mengatasi krisis biaya hidup yang membebani warga. Ia berjanji mendorong pembekuan harga sewa hunian, menghadirkan layanan bus gratis, serta memperkuat perlindungan bagi komunitas imigran di tengah dinamika kebijakan federal.
BACA JUGA:Prabowo Tinjau Jembatan Bailey Sungai Garoga, Menteri PU: Akses Vital Tapanuli Selatan Kembali Terhubung
- 1
- 2
- »





