Awal Tahun 2026, Dua Pesantren Muhammadiyah di Sulsel Raih Akreditasi Unggul

fajar.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Fajar.co.id, Makassar — Awal tahun 2026 menjadi penanda capaian penting bagi pendidikan pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Dua lembaga pendidikan yakni Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara dan Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah, resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2 PPM).

Hal itu disampaikan Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LP2 PWM) Sulsel, Dr Muhammad Ali Bakri, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Januari 2026.

“Predikat tersebut menegaskan konsistensi kedua pesantren tersebut dalam mengelola pendidikan pesantren yang memadukan nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan pendekatan pendidikan modern,” ungkap Ali Bakri.

Capaian ini juga, lanjutnya, menempatkan kedua pesantren itu sebagai rujukan pengembangan mutu pesantren Muhammadiyah, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Akreditasi sebagai Penguatan Mutu

Ketua LP2 PPM Maskuri menyebut jumlah pesantren Muhammadiyah meningkat pesat dalam satu dekade terakhir, dari 127 pesantren pada 2015 menjadi 445 pesantren di 27 provinsi pada 2025. Namun, menurut dia, pertumbuhan kuantitas perlu diikuti penguatan kualitas.

Ia menilai akreditasi menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong perbaikan yang terukur. “Akreditasi pesantren menjadi program strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan, proses pembelajaran, kompetensi ustaz, serta tata kelola pesantren. Ini diperlukan sebagai evaluasi diri dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya dalam kegiatan kick-off akreditasi pesantren Muhammadiyah.

Senada, Ketua Unit Penjaminan Mutu Pesantren Muhammadiyah Toni Toharudin menekankan bahwa penjaminan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen. Bagi dia, mutu adalah bagian dari transformasi pesantren sebagai pusat pembinaan karakter dan pemberdayaan umat. Di tengah perubahan sosial dan teknologi, ia menyebut standar yang jelas dan terukur kian dibutuhkan agar pesantren mampu tampil sebagai model pendidikan Islam yang unggul.

Pelajaran dari DA Gombara dan Ummul Mukminin

Di Pesantren Darul Arqam Gombara, predikat unggul ditopang oleh pengelolaan yang dinilai inovatif serta kurikulum yang integratif. Budaya mutu dibangun melalui kerja kolektif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi program.

Sejumlah kalangan pendidikan menyebut capaian Darul Arqam Gombara sebagai contoh bagaimana pesantren dapat beradaptasi tanpa kehilangan akar nilai. Penguatan tata kelola dan pembelajaran menjadi kata kunci agar lembaga pendidikan berbasis pesantren tetap relevan menghadapi tuntutan zaman.

Sementara itu, Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah dikenal kuat dalam pembinaan karakter serta penguatan kepemimpinan perempuan. Lingkungan belajar yang mendukung prestasi akademik dan pembentukan nilai membuat pesantren ini sering dijadikan rujukan dalam pendidikan pesantren putri.

Direktur Pondok Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel Dra Masriwaty Malik, M.Th.I menyampaikan kesyukuran atas capaian tersebut. “Syukur alhamdulillah, proses akreditasi pesentren membuahkan hasil yang luar biasa, ini semua berkat pertolongan Allah swt serta komitmen, kesungguhan, kesabaran, kerja profesional tim penjaminan mutu pesantren bersama seluruh civitas pesantren,” tandasnya.

Ia mengucapkan terima kasih atas bimbingan LP2 PWM Sulsel yang senantiasa mengarahkan dan memberi kepercayaan kepada Pesantren Ummul Mukminin untuk mengikuti seluruh rangkaian proses sampai menghasilkan yang terbaik.

Masriwaty melanjutkan, dukungan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan turut memperkuat ekosistem pendidikan di Ummul Mukminin. Dorongan tersebut diarahkan agar santriwati tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga siap mengambil peran di ruang-ruang sosial yang lebih luas.

Momentum untuk Pesantren Muhammadiyah di Sulsel

Wakil Ketua PWM Sulsel K.H. Mawardi Pewangi menilai capaian dua pesantren itu menjadi momentum bagi pesantren Muhammadiyah lain di Sulawesi Selatan untuk terus berbenah, berinovasi, dan meningkatkan daya saing.

“Pencapaian ini menegaskan peran strategis pesantren Muhammadiyah dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Kami bersyukur dan berharap langkah ini terus berlanjut demi pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Akreditasi unggul, pada akhirnya, bukan sekadar label. Ia menjadi penanda kerja panjang: membangun tata kelola yang rapi, pembelajaran yang hidup, pendidik yang kompeten, serta lingkungan yang menumbuhkan karakter. Dua pesantren di Sulsel itu memberi pesan sederhana, mutu bisa dicapai ketika pembenahan dilakukan dengan disiplin, konsisten, dan berkelanjutan. (sam/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tahun Baruan di Tapanuli Selatan: Saya Harus Bersama Rakyat yang Dalam Kesulitan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Presiden Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dihujat, tapi Tak Boleh Patah Semangat Tangani Bencana
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Presiden Prabowo Ajak Warga Terdampak Bencana Berdoa Bersama pada Malam Pergantian Tahun 2026
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bencana Sumatera dan Ujian Akhir Tahun Bangsa
• 6 jam lalukompas.com
thumb
DLH Angkut 91,41 Ton Sampah Usai Perayaan Tahun Baru di Sudirman-Monas
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.