Mendiktisaintek Ajak Semua Pihak Bangun Ekosistem Riset Nasional yang Kuat dan Berdampak

pantau.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong penguatan ekosistem riset secara kolaboratif agar hasilnya lebih berdampak bagi masyarakat dan mendorong daya saing bangsa.

Dalam pernyataan resminya di Jakarta pada Kamis, 1 Januari 2026, Brian menekankan bahwa pembangunan ekosistem riset tidak bisa dilakukan oleh pemerintah pusat saja.

Perlu Kolaborasi Simpul Ekosistem Riset

"Perbaikan ekosistem riset tidak dapat dilakukan dari pusat saja, melainkan harus dibangun bersama oleh seluruh simpul ekosistem: perguruan tinggi, LLDIKTI, industri, pemerintah daerah, serta mitra strategis lainnya," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa arah besar pembangunan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dilakukan melalui pendekatan Diktisaintek Berdampak.

Menurut Brian, riset Indonesia harus kuat, berkelas dunia, dan mampu menjawab persoalan nyata yang selaras dengan prioritas nasional.

"Riset kita harus kuat dan berkelas dunia. Kita tidak perlu ragu bersaing dengan riset negara lain. Dengan kolaborasi dan kerja sama yang solid, capaian ilmiah berkualitas tinggi dapat terus ditingkatkan dan ditularkan ke lebih banyak peneliti," tegasnya.

Hilirisasi dan Percepatan Program Riset Jadi Fokus 2026

Brian juga menegaskan bahwa kesinambungan antara riset dan hilirisasi tidak boleh dipisahkan.

"Riset dan hilirisasi bukan dua hal yang dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan yakni kuat pada fondasi keilmuan, sekaligus terarah pada pemanfaatan dan nilai tambah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, menyampaikan capaian tahun 2025 dan rencana program tahun 2026 dalam forum dialog pembuka.

Untuk tahun 2026, Ditjen Risbang telah menyiapkan strategi percepatan pelaksanaan program riset nasional.

Salah satunya dilakukan dengan membuka penerimaan proposal lebih awal.

"Call for proposal sudah dibuka sejak Oktober 2025, sehingga kita harapkan riset bisa dimulai lebih awal dan periode pelaksanaan lebih optimal," jelas Fauzan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Detik-detik Pergantian Tahun 2026 di Kota Tua: Drone Hiasi Langit, Kembang Api Tetap Muncul
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Semangati Pengungsi Bencana untuk Sambut Tahun Baru dengan Optimisme
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Nobar film hingga berbagi mainan di malam tahun baru Posko Batu Hula
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Layanan Samsat Keliling DKI, Jabar, dan Banten Ditutup pada 1 Januari 2026, Termasuk Aplikasi Online SIGNAL
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Pesinetron Anrez Adelio Dipolisikan Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.