Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengungkapkan ada 213 ribu rumah yang terdampak akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Data tersebut, kata Tito, didapatnya dari Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB). Rumah yang terdampak terbagi dalam 3 klasifikasi, yakni rusak ringan, sedang, dan berat.
"Sehingga total rumah yang terdampak itu lebih kurang 213.000," kata Tito dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan khusus untuk di Provinsi Aceh rumah yang rusak mencapai 61 ribu.
"Kami melaporkan bahwa per hari ini khusus Aceh saja, rumah yang rusak berat tercatat 61.795 rumah," ujar Suharyanto.
Dia menambahkan, tak semua masyarakat yang rumahnya terdampak meminta hunian kepada pemerintah. Ada yang memilih untuk tinggal di rumah sanak saudaranya.
"Dari 61.795 rumah tersebut, yang meminta hunian sementara, Bapak, itu tercatat ada 23.432 rumah. Jadi kami laporkan bahwa tidak semua yang masyarakat terdampak itu mau tinggal di Huntara, Bapak. Ada juga yang memilih mereka tinggal dengan keluarganya, tercatat di kami ada 11.414 orang," ucapnya.




