OJK: Pembiayaan Modal Kerja Masih Topang Pertumbuhan Multifinance

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa pembiayaan modal kerja masih menjadi tulang punggung pertumbuhan industri multifinance.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, PMV, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman menyebut hal itu tercermin dari pembiayaan modal kerja yang tumbuh 9,28% year-on-year (YoY) per Oktober 2025.

“Yang mencapai Rp53,19 triliun atau sebesar 10,53 persen dari total piutang pembiayaan industri multifinance,” ungkapnya dalam lembar jawaban RDK November 2025, dikutip pada Kamis (1/1/2026).

Lebih jauh, OJK mencatat ada lima piutang pembiayaan terbesar yang disalurkan oleh industri multifinance berdasarkan sektor ekonomi. Pertama, sektor perdagangan sebesar Rp90,88 triliun (17,07%).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display("div-gpt-ad-parallax"); });

Kedua, ada sektor aktivitas penyewaan senilai Rp55,70 triliun yang setara dengan 10,46% dari total piutang pembiayaan. Ketiga, industri pengolahan sebesar Rp52,81 triliun (9,92%).

Keempat ada aktivitas jasa lainnya sebesar Rp46,20 triliun [8,68%] dan terakhir pertambangan dan penggalian sebesar Rp43,81 triliun [8,23%],” kata Agusman.

Baca Juga

  • Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia (DSI): OJK Kembali Gelar Pertemuan dengan Lender
  • Ini Ramalan OJK Soal Nasib Pasar Modal RI 2026, Mampu Cetak Rekor Lagi?
  • Marak Kasus Pelanggaran Pasar Modal 2025, OJK Tegas Jatuhkan Sanksi

Secara keseluruhan, piutang pembiayaan di industri multifinance per Oktober 2025 mencapai Rp505,30 triliun, tumbuh 0,68% YoY.

Sementara itu, pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,47%, sedangkan NPF net sebesar 0,83%. Adapun, gearing ratio tercatat sebesar 2,15 kali.

Berdasarkan catatan Bisnis pada September 2025, Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menjelaskan bahwa jika berbicara pertumbuhan pembiayaan di perusahaan multifinance, saat ini memang pembiayaan modal kerja tumbuh positif, ketika pembiayaan multiguna masih minus dan pembiayaan investasi yang masih tumbuh lesu.

Dia menyebut pembiayaan modal kerja ini bisa bertumbuh akibat adanya potensi nasabah yang pernah mencicil dan membayar lunas kendaraan bermotor, berhasil ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan untuk jangan mengambil BPKB-nya.

Ternyata, lanjutnya, banyak nasabah yang menggunakan dan memanfaatkan BPKB untuk dijaminkan sebagai modal kerja. Pasalnya, banyak debitur yang sebenarnya pelaku UMKM.

“Jadi dengan menjaminkan BPKB-nya daripada dia ambil, terus dia jual, dia beli mobil baru lagi. Sementara dia pakai untuk dagang. Nah akhirnya kita lihat pertumbuhannya cukup signifikan, portofolionya juga sudah di atas Rp50 triliun,” katanya kepada Bisnis, Senin (8/9/2025).

Lebih jauh, Direktur Utama CSUL Finance ini berharap bahwa pertumbuhan pembiayaan modal kerja bisa terus tumbuh bahkan hingga dua digit hingga akhir 2025 nanti.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo: Penanganan Bencana Sumatera Tetap Serius Meski Tak Berstatus Bencana Nasional
• 1 jam lalumatamata.com
thumb
Monas Diserbu Warga Jelang Pergantian Tahun, Air Mancur Menari hingga Video Mapping Jadi Magnet Utama
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga BBM Terbaru Berlaku 1 Januari 2026: Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Kompak Naikkan Tarif
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Dari Tapanuli Selatan, Presiden Prabowo Lanjutkan Peninjauan Hunian ke Aceh Tamiang
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Kebijakan The Fed hingga AI Jadi Penentu Kinerja Wall Street di 2026
• 6 detik laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.