JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau kondisi terkini Yaman menyusul kian intensnya pertempuran di negara tersebut.
Pertempuran terjadi usai kelompok separatis Yaman, Dewan Transisi Selatan (STC), dilaporkan telah mencapai kemajuan teritorial di dua kegubernuran timur yaitu Hadhramaut dan Al-Mahrah.
Hal itu dilaporkan berujung pada serangan udara Arab Saudi, yang sebelumnya menyerukan agar STC, yang didukung Uni Emirat Arab (UEA), segera keluar dari wilayah tersebut.
“Indonesia terus mengikuti dengan seksama perkembangan terkini di Republik Yaman dan mengapresiasi upaya lanjutan para pihak terkait untuk menjaga stabilitas dan keamanan, khususnya di wilayah Hadramout dan Al-Mahra,” bunyi pernyataan Kemlu RI melalui akun X resmi @Kemlu RI, Kamis (1/1/2025).
Baca Juga: Indonesia Dihantam Tarif Impor 35 Persen oleh Meksiko, Disebut Tak Berdampak
Dalam pernyataannya, Kemlu mengatakan Indonesia menegaskan kembali seruannya kepada semua pihak untuk menahan diri.
Kemlu juga meminta semua pihak menghindari tindakan sepihak yang dapat berdampak pada kondisi keamanan.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya penyelesaian damai melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif di bawah koordinasi PBB, dengan menghormati pemerintahan Yaman yang sah serta integritas teritorialnya,” lanjutnya.
Sebelumnya pada Jumat (26/12/2025), terjadi serangan udara yang menargetkan STC. STC menuduh Arab Saudi berada di balik serangan udara yang menargetkan pasukannya.
Serangan itu dilaporkan terjadi setelah Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada kelompok tersebut.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kemlu RI
- yaman
- kemlu ri
- dewan transisi selatan
- arab saudi
- hadramaut
- separatis yaman


