Saat Pabowo Tanya KSAD-Kepala BNPB di Aceh Tamiang: Air Bersih Gimana?

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menanyakan soal ketersediaan air bersih di Aceh Tamiang. Masalah air menjadi sorotan Prabowo karena ia menilai banyak warga terdampak banjir dan longsor kesulitan mendapat air.

Prabowo mendapat laporan, dalam menyediakan air bersih dilakukan berbagai cara mulai mendatangkan air bersih melalui mobil tangki dan pengeboran tanah.

"Mengenai air bersih di mana titik-titik air ataupun apa itu, bor air?Sudah berapa yang di Tamiang yang dibangun, dikirim, mungkin KSAD (bisa menjelaskan)," kata Prabowo dalam rapat koordinasi terbatas di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).

Rakor ini dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yakni Mendagri Tito Karnavian, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Sugiono, Wakil Panglima Tandyo Budi, KSAD Maruli Simanjuntak, Kepala BNPB Suharyanto, Seskab Teddy Indra Wijaya, CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria hingga Mensesneg Prasetyo Hadi.

Maruli mengatakan, dari TNI AD, pihaknya sudah mengebor 129 titik. "Terima kasih Pak, kami dari Angkatan Darat saja 129 titik," kata Maruli.

"129 titik bor air?" tanya Prabowo.

"Siap, dari BNPB melalui Pusterad juga ngebor, kepolisian saya kira sudah ratusan sampai kami di grup itu ada banyak pak," ucap Maruli.

"Yang di Tamiang?" tanya Prabowo.

"Itu masih terus," kata Maruli.

"Hampir seluruh desa sudah dapat air ya?" tanya Prabowo.

"Ini yang di tempat pengungsian pak, yang kita bor, terus sekolah-sekolah, masjid-masjid, kecamatan jadi berkoordinasi dengan wilayah itu tempat mana yang diperlukan jadi kami bekerja simultan dari Kemhan kami kirim 10 damkar makanya jalan cepet selesai di sini, Pak, terus huntara kami ikut kerja, air bersih juga pak," jelas Maruli.

Namun, Prabowo masih belum puas dengan penjelasan soal bor air. Ia pun kembali menanyakan soal ini.

"Itu bor air bisa untuk air minum?" tanya Prabowo kepada Maruli.

Maruli terdiam sejenak mendengar pertanyaan itu. Akhirnya Kepala BNPB memberikan penjelasan.

"Izin bapak, jadi ada beberapa skema itu, yang dibangun Polri kedalaman 20-40 meter airnya hanya untuk membersihkan, kemudian dibangun Pusterad kami yang membiayai," kata Suharyanto.

"Pusterad?" tanya Prabowo.

"Pusat Terirorial Angkatan Darat, itu kedalaman 100-200 meter itu yang untuk minum. Jadi semua sudah dilakukan memang masih kurang, dilaksanakan terus untuk sehari-hari masih cukup karena mobil tangki air terus jalan," kata Suharyanto.

Prabowo pun mengkritik soal pengiriman air menggunakan mobil tangki. Ia ingin menggunakan bor air.

"Ya kalau tangki air itu kita keluar BBM lagi. Itu kalau 100 meter biayanya berapa per bor?" tanya Prabowo.

"Rp 150 juta, Rp 100-150 juta," kata Suharyanto.

"Lengkap?" tanya Prabowo.

"Lengkap bapak, sampai instalasi air kemudian ada tangki air dan bisa langsung diambil masyarakat," kata Suharyanto.

Maruli menjelaskan sedikit mekanisme bor air. Ia menyebut, proses ini bisa memakan waktu lama.

"Mungkin engga cukup kalau di atas Rp 100 (juta) bang (Suharyanto). Karena itu kadang-kadang ngebor tergantung tanahnya, Pak, kalau tanahnya lunak mungkin 2 minggu baru dapat, kalau keras mungkin perlu lebih waktunya dari itu, dan juga dari kemhan kita kirim RO banyak jadi untuk bantu yang dangkal-dangkal," kata Maruli.

"Apa itu RO?" tanya Prabowo.

"Penjernih air yang berupa di mobil, berapa unit saya belum jelas, jadi terus kita lanjutkan pembuatan sumur bor dengan MCK," kata Maruli.

Prabowo mengatakan, ngebor sumur dengan biaya Rp 150 juta relatif murah.

"Maaf ya kalau 1 bor Rp 150 juta itu saya anggap relatif murah," kata prabowo.

"Tergantung kedalamannya, Pak," kata Suharyanto.

"Saya tahu, tapi termasuk ongkos pekerja enggak? Atau pakai tentara enggak dibayar?" tanya Prabowo.

"Dibayar, tetap," kata Suharyanto.

"Saya anggap itu relatif murah karena saya dulu ngebor agak besar tapi tergantung tanah," kata Prabowo.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin lalu menyampaikan untuk layanan air bersih khususnya di Aceh Tamiang, sudah ada satgas khusus yang dibentuk hari ini. Dalam 2 pekan ke depan akan bekerja memberi pelayanan air bersih untuk warga Kualasimpang, Aceh Tamiang.

"Setelah saya berkoordinasi dengan Pak Wakil Panglima dan Pak KSAD, kita ada Satgas Kuala. Satgas Kuala ini terdiri dari dua komposisi. Satu kompisi untuk pendalaman Kuala, satu komposisi pemanfaatan air di Kuala," jelas Sjafrie.

"Di dua kompisisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Sehingga air yang ada di Kuala kita ambil, kita olah sehingga jadi air jernih," tambah dia.

"Bagus, koordinasi sama gubernur ya daerah masing-masing semua," jawab Prabowo.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jangan Salah Pilih! Ini 7 Rekomendasi Sepatu Padel Terbaik yang Nyaman untuk Latihan hingga Turnamen
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Gilang Dirga Sedih Kenang Kedekatan Mendiang sang Ayah dengan Putranya
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Cerai Ridwan Kamil & Atalia Praratya Digelar Kembali Besok, Ini Agendanya
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Ungkit Skandal Drone, Media Kanada Sindir John Herdman yang Jadi Kandidat Kuat Pelatih Baru Timnas Indonesia
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Warga Sulteng bersama jaga keamanan tahun baru
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.