Presiden Prabowo Subianto menyinggung lagi alasan tak ditetapkannya banjir bandang dan longsor di Sumatera sebagai bencana nasional. Sejauh ini, 1.154 orang di Aceh, Sumbar, dan Sumut, meninggal dunia.
"Jadi saudara-saudara masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional," kata Prabowo dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
"Sebagai bangsa, sebagai negara, kita mampu menghadapi ya. Kita tidak perlu menyatakan bencana nasional," tambah dia.
Prabowo menyatakan, penanganan bencana di Sumatera tetap dilakukan secara serius tanpa status itu. Kata dia, para menterinya bahkan hingga terjun langsung ke lapangan.
"Tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius. Nyatanya dari seluruh kabinet hari ini ada berapa menteri di sini ya kan, 2 sedang di Aceh Utara, 10 menteri sedang di Aceh sekarang, ada berapa menteri lagi yang sedang di tempat lain," beber Prabowo.
Dia kembali menegaskan, penanganan bencana di Sumatera ini dilakukan dengan serius. Anggaran yang digelontorkan pun, menurutnya, tak sedikit.
"Jadi saudara-saudara, kita memandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini," ungkapnya.


