Jakarta, tvOnenews.com - Penasihat teknis Timnas Indonesia, Jordi Cruyff, mengaku selalu menginginkan seseorang seperti legenda Manchester United di timnya. Dia mungkin akan merealisasikannya di Ajax Amsterdam.
Pada akhir pekan lalu, Ajax resmi mengumumkan kesepakatan dengan Cruyff. Mereka mencapai kesepakatan verbal untuk Cruyff menjabat sebagai direktur teknis.
Itu belum diformalkan namun anak dari Johan Cruyff itu akan mulai bekerja pada Februari 2026 mendatang. Namun, dia masih terikat kontrak dengan PSSI untuk menjadi penasihat teknis di Timnas Indonesia.
Sebelumnya, media Belanda, De Telegraaf, melaporkan bahwa Ajax ingin Cruyff untuk tetap menjabat di Indonesia. Hal ini bisa membuka peluang kerja sama nantinya.
Walau begitu, tidak ada jaminan bahwa PSSI akan menerimanya kembali selagi menjabat di Ajax. Di sisi lain, Cruyff akan dihadapkan tugas berat untuk membangkitkan Ajax.
Setelah gagal bersama John Heitinga, Ajax berada dalam masa transisi. Tak hanya di lapangan, melainkan juga manajemen.
Sebagai direktur teknis, Cruyff akan bertanggung jawab untuk urusan transfer. Dia bisa merekrut sejumlah pemain yang mengubah Ajax nantinya.
Baru-baru ini dalam podcast The Overlap bersama dua legenda Manchester United, Gary Neville dan Roy Keane, Cruyff berbicara tentang situasinya di Barcelona. Dia membuat pengakuan kepada Roy Keane.
Cruyff, yang pernah bermain untuk Man United dalam kariernya sebagai pesepak bola, mengaku menginginkan sosok seperti Keane di timnya. Keane adalah sosok gelandang yang bisa memenangkan bola di lapangan tengah.
"Awalnya saya sulit memahami hal itu, karena saya dibesarkan di Ajax dan Barcelona dengan anggapan bahwa menggiring bola adalah hal tersulit. Tetapi akhirnya, selama bertahun-tahun, saya semakin menghormati Roy," kata Cruyff dalam podcast tersebut, dilansir Soccernews.
Kehadiran pemain seperti Keane akan sangat penting untuk permainan, menurut Cruyff. Sebab, itu bisa membantu tim menguasai laga.
Selain itu, Keane adalah sosok yang karismatik di lapangan. Jadi, tak hanya berguna secara teknis, dia juga adalah pemimpin.
“Terutama setelah karier saya, sekarang saya seorang direktur olahraga atau pelatih, pikiran pertama saya selalu: Saya ingin Roy Keane di tim saya. Karena ya, dia memiliki karakter, tetapi dia mendorong dirinya sendiri sebelum mendorong orang lain,” katanya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460683/original/018443100_1767263893-IMG_6185.jpg)
