Jakarta, VIVA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Oesman Sapta Odang atau Oso mengaku prihatin, atas musibah bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh.
Dalam menyongsong tahun baru 2026, ia meminta seluruh kepala daerah di tiga provinsi itu terus membantu masyarakat terdampak musibah bencana sampai tuntas.
- Tim Media Presiden Prabowo Subianto
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Periode 2017-2019 ini menegaskan, pentingnya memperkuat mitigasi dalam meredam dampak bencana alam. Jangan sampai, kejadian di tahun 2025 ini terulang kembali di tahun 2026.
"Saya mengucapkan duka, tahun yang akan datang bantuan-bantuan terus datang dan sampai kepada masyarakat. Kejadian tahun 2025, merupakan tanda-tanda yang harus diperbaiki di tahun 2026 ini," ujar Oso di kawasan Kuningan, Jakarta, dikutip Kamis, 1 Januari 2026.
Oso pun mendukung, keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menginap di lokasi musibah bencana Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, di malam tahun baru 2026. Menurutnya, sikap Presiden Prabowo patut diapresiasi dan ditiru semua pihak.
"Presiden berada di tempat musibah itu adalah sesuatu sikap yang baik. Sesuatu yang mengingatkan kita semua untuk berada di tempat dan di saat yang tepat. Tidak semua presiden yang akan lakukan seperti itu," ujarnya.
Namun hal terpenting, kata Oso, masyarakat di tiga provinsi itu dapat segera diringankan bebannya oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Sebab, banyak generasi penerus bangsa yang kehilangan tempat tinggal hingga meninggal dunia.
"Seluruh pemimpin daerah di tiga provinsi itu harus ada di sekitar masyarakat terdampak bencana. Ringankan beban masyarakat, apalagi bencana itu banyak menghilangkan nyawa anak bangsa," tandasnya.
- Tim Media Presiden Prabowo Subianto
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana banjir bandang di Sumatera. Bukan hanya meninjau sejumlah penanganan pascabencana, Presiden Prabowo juga melewati malam pergantian tahun dengan para korban bencana yang sudah lebih dari 1 bulan mengungsi.





