Penulis: Ayatullah Humaeni
TVRINews, Bogor
Upaya pelestarian cagar budaya di Jawa Barat terus diperkuat melalui revitalisasi Prasasti Batutulis yang berlokasi di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kementerian Kebudayaan secara resmi meresmikan cungkup Prasasti Batutulis yang kini terintegrasi dengan kawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) IX serta area Bumi Ageung Batutulis.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan langsung fasilitas tersebut dengan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, serta jajaran pimpinan Pemerintah Kota Bogor. Revitalisasi ini dilakukan dengan mengedepankan efisiensi serta tujuan utama untuk menjamin keamanan dan kelestarian fisik Prasasti Batutulis sebagai warisan sejarah penting.
Dalam pengembangannya, Kementerian Kebudayaan berencana menjadikan kawasan ini sebagai pusat edukasi sejarah dengan menyimpan berbagai artefak serta menyusun narasi sejarah yang komprehensif mengenai Kerajaan Pajajaran dan budaya Sunda. Selain itu, sarana pendukung seperti teater akan dibangun agar lokasi ini bertransformasi menjadi kantong kebudayaan yang aktif.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni, budaya, seminar, hingga workshop yang menyasar generasi muda guna memperkuat jati diri bangsa. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya sinergitas antarlembaga dalam mengelola situs bersejarah tersebut.
“Saya berharap dari revitalisasi ini dapat menjadi satu ekosistem yang terintegrasi antara Situs Batutulis dan Museum Pajajaran, dengan peran aktif pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta pemerintah pusat melalui komitmen bersama,” ujar Fadli Zon.
Dengan adanya integrasi ini, diharapkan Situs Batutulis tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga menjadi pusat riset dan pengembangan kebudayaan Sunda yang berkelanjutan di masa depan.
Editor: Redaksi TVRINews





