BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir membuat tiga desa di Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, diterjang banjir. Seorang warga yang hanyut terseret banjir ditemukan tewas tersangkut di pohon kopi. Selain itu, puluhan rumah warga juga terdampak banjir.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Khristian Hermansyah mengatakan, banjir melanda Desa Belimbing 1, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, pada Selasa (30/12/2025) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Banjir yang dipicu meluapnya sungai itu membuat permukiman penduduk terendam banjir hingga setinggi 1 meter.
Setidaknya ada 60 keluarga yang terdampak banjir. Banjir juga membuat infrastruktur tanggul dan jembatan yang ada di desa tersebut rusak.
Desa lain yang terdampak banjir adaah Desa Sukamerindu dan Desa Sari Pulau. Air yang merendam rumah warga membuat barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga milik warga yang terdampak banjir rusak. Total ada 81 rumah warga yang terdampak banjir.
Menurut Khristian, tim reaksi cepat BPBD Rejang Lebong bersama instansi terkait lainnya telah melakukan penanganan di lokasi yang terdampak banjir sejak hari pertama. Hingga Kamis (1/1/2026), tim gabungan juga masih berada di lokasi untuk memberikan bantuan pada warga setempat.
Masyarakat pun diminta tetap waspada karena hujan deras diprediksi masih akan mengguyur wilayah Bengkulu dalam beberapa hari ke depan. Hal ini sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Masyarakat harap berhati-hati. Sesuai edaran BMKG, hujan deras masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan. Masyarakat harus selalu waspada dari banjir, angin puting beliung, dan longsor,” kata Kristian saat dihubungi dari Bandar Lampung, Kamis sore.
Secara terpisah, Kapolsek Kotapadang Iptu M Azhara mengatakan, seorang warga ditemukan meninggal tersangkut di batang pohon kopi di tepi hulu Sungai Balas, Desa Sukamerindu, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, pada Rabu (31/12/2025) pagi.
Menurut Azhara, korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang hendak pergi ke kebun. Masyarakat bersama personel Polsek Kotapadang yang telah melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai lantas mengevakuasi jenazah korban.
“Untuk sementara, korban diduga hanyut saat hendak pulang dari kebun dan menyeberangi sungai ketika debit air meningkat akibat hujan deras,” kata Azhara.
Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui bernama Yanto (45), warga Desa Lubuk Belimbing II, Kecamatan Sindang Beliti Ilir. Korban merupakan petani yang sehari-hari menggarap kebun di wilayah Desa Sukamerindu.
Masyarakat harus selalu waspada dari banjir, angin puting beliung, dan longsor
Sementara itu, Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari mengaku sudah turun langsung ke lokasi terdampak untuk meninjau kondisi warga. Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal terseret arus banjir.
Menurut Fikri, pemerintah telah melakukan berbagai langkah penanganan bencana, mulai dari pendataan korban hingga penyaluran bantuan tanggap darurat logistik. Selain itu, petugas juga melakukan asesmen kerusakan rumah dan fasilitas umum serta berkoordinasi dengan intansi tekait.
“Begitu laporan kami terima, saya langsung menginstruksikan BPBD, dinas sosial, dan organisasi perangkat daerah lainnya untuk bergerak cepat. Prioritas kami adalah keselamatan warga dan penanganan darurat,” kata Fikri melalui keterangan resmi.
Dia menambahkan, Pemerintah Kabpaten Rejang Lebong terus memantau perkembangan penananganan bencana di wilayah tersebut. Pihaknya juga akan memperkuat langkah penanggulangan bencana melalui koordinasi dengan pihak terkait di tingkat provinsi maupun nasional.



