Presiden Prabowo: Bantuan Bencana Wajib Transparan, Tak Ada Ujung-ujungnya Nagih

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo mengizinkan penyaluran bantuan bencana Sumatra asalkan melalui mekanisme jelas dan transparan.
  • Setiap sumbangan wajib dilaporkan resmi kepada pemerintah pusat untuk pengelolaan akuntabel dan tepat sasaran.
  • Pemerintah mempertimbangkan rekening khusus donasi, menekankan bantuan harus tulus tanpa tuntutan terselubung di masa depan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan lampu hijau seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk penanganan bencana di Sumatra.

Namun, di balik pintu yang terbuka itu, Prabowo memasang satu syarat mutlak yang tak bisa ditawar, semua bantuan harus berjalan melalui mekanisme yang jelas, transparan, dan yang terpenting, tanpa ada kepentingan apa pun di baliknya.

Pesan tegas ini disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas mengenai progres pembangunan 600 hunian untuk korban bencana, yang dipantau melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (1/1/2026).

Menurutnya, setiap sumbangan dari masyarakat, komunitas, hingga diaspora di luar negeri harus dilaporkan terlebih dahulu kepada pemerintah. Tujuannya satu, agar bantuan tersebut dapat dikelola secara akuntabel dan disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

"Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas ya, tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silahkan, monggo. Bikin surat, saya menyumbang ini, nanti kita laporkan ke pemerintah pusat. Nanti kita yang akan salurkan kalau memang dia membantu," ujar Prabowo sebagaimana dilansir Antara.

Presiden menjelaskan bahwa mekanisme resmi ini adalah benteng untuk memastikan bantuan tidak menimbulkan masalah baru. Pemerintah, tegasnya, tidak ingin niat baik untuk membantu justru memicu persoalan hanya karena prosedurnya yang tidak terstruktur dan tidak transparan.

Ia mencontohkan gelombang solidaritas yang bisa datang dari berbagai penjuru, termasuk dari diaspora Aceh, Minangkabau, Batak, serta komunitas masyarakat Indonesia lainnya di berbagai negara yang hatinya terpanggil untuk membantu tanah air.

Untuk memfasilitasi niat baik tersebut, pemerintah akan menyiapkan skema yang disepakati bersama antara pusat dan daerah. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membuka rekening khusus untuk donasi pascabencana.

Melalui rekening ini, masyarakat dapat menyalurkan bantuan secara langsung, namun alirannya tetap berada dalam pengawasan yang ketat untuk menjaga transparansi.

Baca Juga: Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan

Di balik semua aturan teknis itu, Prabowo menekankan inti dari setiap bantuan adalah ketulusan. Ia memperingatkan agar setiap uluran tangan harus didasari keikhlasan murni, tanpa embel-embel atau tuntutan tertentu di masa depan.

Pengalaman, kata Presiden, telah mengajarkan bahwa ada bantuan yang datang dengan "tagihan" terselubung.

"Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya kan, dan harus ikhlas. Karena kita mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih," imbuhnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Malam Tahun Baru di Lokasi Bencana, Prabowo Ajak Warga Doa Bersama
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Employee Volunteering Grup MIND ID Dampingi Pemulihan Sumatra
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Drone Show Tahun Baru 2026 di Ancol, 10 Persen Tiket Didonasikan ke Bencana Sumatera | SAPA PAGI
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri PPPA Minta Pos SAPA Pascabencana di Aceh Segera Diaktifkan
• 51 menit lalutvonenews.com
thumb
Harga dua jenama emas naik di Tahun Baru 2026
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.