- Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan tawuran antarremaja di Flyover Klender pada Kamis dini hari, 1 Januari.
- Polisi mendeteksi rencana tawuran melalui kode sinyal berupa penggunaan petasan sekitar pukul 00.30 WIB.
- Petugas mengutamakan tindakan preventif demi mengurai massa, sehingga situasi kembali kondusif tanpa korban.
Suara.com - Aksi cepat jajaran Polres Metro Jakarta Timur berhasil menggagalkan potensi bentrokan berdarah antar-kelompok remaja di Flyover Klender, Duren Sawit, pada Kamis (1/1) dini hari.
Polisi berhasil mengendus rencana tawuran tersebut sesaat setelah puncak perayaan malam pergantian tahun.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengonfirmasi bahwa situasi berhasil dikendalikan sebelum pecah tawuran terbuka.
"Memang ada (kejadian), tapi tidak ada korban, dan sebetulnya belum sampai terjadi tawuran karena sudah bisa kami antisipasi lebih dulu," kata Alfian saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Deteksi Lewat Kode Petasan
Potensi tawuran ini mulai terdeteksi sekitar pukul 00.30 WIB. Menariknya, para pelaku diduga menggunakan petasan sebagai sinyal untuk memulai serangan.
Namun, pola lama ini sudah terbaca oleh pihak kepolisian yang telah bersiaga di lapangan.
"Mereka ini kan biasanya pakai tanda, seperti menyalakan petasan. Itu kode biasa seperti itu. Nah, kami sudah tahu pola tersebut. Begitu ada petasan, anggota langsung bergerak," jelas Alfian.
Tim Perintis Presisi yang sedang berpatroli langsung meluncur ke lokasi begitu melihat kerumunan massa yang mencurigakan. Hasilnya, dua kelompok yang sudah siap bertempur itu berhasil dipisahkan sebelum sempat saling serang.
Baca Juga: Ngeri! Teror Air Keras Pelaku Tawuran di Jaktim, Tukang Parkir Warkop jadi Sasaran
"Anggota kami yang bertugas langsung mengantisipasi. Sebelum adanya tawuran, kami urai dulu, kami pisahkan, hingga akhirnya situasi aman," terang Alfian.
Mengutamakan Tindakan Preventif
Meski polisi menemukan adanya oknum yang membawa senjata tajam di lokasi, petugas memilih mengambil langkah preventif. Pertimbangannya adalah padatnya masyarakat di sekitar lokasi yang sedang merayakan tahun baru.
"Sudah teridentifikasi kelompoknya, cuma karena tidak ada korban dan situasinya harus cepat diurai, kami lebih mengutamakan pencegahan. Kalau kami fokus mengamankan orangnya, sementara masih banyak lokasi lain yang juga harus kami atur," tutur Alfian.
Berkat langkah taktis tersebut, kawasan Flyover Klender kini dipastikan kembali kondusif. Alfian menegaskan tidak ada kerusakan fasilitas umum maupun warga yang menjadi korban salah sasaran.
"Aman, aman. Tidak ada masyarakat atau orang yang menjadi korban jiwa, luka, dan sebagainya. Tidak ada sama sekali," tegasnya.

