Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa sebagian korban bencana di wilayah Sumatera memilih membangun hunian sementara (Huntara) secara mandiri dan tidak menempati lokasi hunian terpusat yang disiapkan pemerintah.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan preferensi tersebut muncul dari kondisi sosial dan kebutuhan masing-masing warga terdampak yang menginginkan hunian dibangun di lokasi berbeda.
“Kemudian hunian sementara juga, Bapak, kami laporkan, banyak masyarakat juga yang ingin hunian sementara mandiri, Bapak,” ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, secara umum hunian sementara memang disiapkan di satu titik terpusat. Namun, BNPB tetap mengakomodasi permintaan warga yang enggan direlokasi ke lokasi tersebut.
- Antara
“Jadi tidak mau masuk dalam satu titik yang ditentukan. Ini pun kami layani, Bapak. Jadi di titik-titik yang masyarakat terdampak, rumahnya rusak, rusak berat, kemudian tidak mau masuk ke titik yang terpusat, itu dibangun secara terpisah-pisah, Bapak. Ini sudah mulai dibangun,” paparnya.
Suharyanto merinci, BNPB telah membangun 450 unit hunian sementara mandiri yang tersebar di sejumlah lokasi terdampak.
“Dari BNPB tersebar ada 450 unit,” tambahnya.
Selain itu, pada hari yang sama, Danantara juga menyerahkan 600 unit hunian sementara kepada pemerintah daerah.
Dengan tambahan tersebut, total hunian sementara yang telah terbangun hingga saat ini mencapai 1.050 unit.
“Jadi per hari ini yang terbangun adalah 1.050 unit, Bapak,” ungkap Suharyanto.
Di luar skema hunian sementara, BNPB juga mencatat adanya korban bencana yang secara tegas menolak hunian dari pemerintah dan memilih tinggal bersama keluarga atau kerabat.
Untuk kelompok ini, pemerintah menyalurkan bantuan kompensasi tunai.
“Per kepala keluarga mendapat anggaran per bulan Rp600.000 kali tiga bulan, Bapak. Desember, Januari, Februari, sudah tersalur sebesar 11.414 orang,” bebernya.
“Jadi jumlah yang sudah disalurkan Rp 20.545.200.000,” sambung Suharyanto.
BNPB menegaskan, seluruh skema bantuan—baik pembangunan hunian sementara mandiri, hunian terpusat, maupun kompensasi tunai—dilakukan untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan fleksibel dan sesuai kebutuhan riil masyarakat terdampak. (agr/muu)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460312/original/032929500_1767244193-Screenshot_2026-01-01_115544.png)


