ACEH TAMIANG, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung progres pembangunan tempat tinggal sementara atau Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Menggunakan mobil kepresidenan Maung putih yang tampak berdebu dan penuh lumpur akibat medan jalan, kedatangan Prabowo disambut hangat oleh ribuan warga setempat.
Setibanya di lokasi, Prabowo melewati gapura kompleks huntara bertajuk 'Rumah Hunian Danantara'. Dalam suasana akrab, Presiden menyalami warga hingga mencium seorang anak laki-laki berpeci sebelum memulai pengecekan fisik bangunan hasil kolaborasi BUMN Karya tersebut.
Hunian yang dibangun berderet rapi ini menawarkan konsep yang jauh dari kesan darurat. Di antara blok bangunan, terdapat akses jalan yang sudah mulai menghijau oleh rumput, memberikan kesan asri.
Prabowo menyempatkan diri masuk ke salah satu unit untuk memastikan kualitas fasilitas di dalamnya.
“Fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi, meringankan penderitaan rakyat kita,” ujar Prabowo di lokasi, Kamis (1/1/2026).
Setiap unit hunian dirancang fungsional dengan satu pintu dan satu jendela untuk sirkulasi udara. Fasilitas interior pun sudah tersedia, mulai dari dua tempat tidur hingga satu lemari, kipas angin dan meja makan.
Tak hanya itu, di bagian depan setiap hunian diletakkan kursi taman yang diperuntukkan bagi warga untuk bersantai. Estetika lingkungan juga diperhatikan dengan adanya pot tanaman penghijauan pada setiap pintu.
Dari sisi infrastruktur dasar, setiap unit telah dilengkapi dengan meteran listrik mandiri. Hal yang paling menarik perhatian adalah tersedianya akses internet melalui jaringan wifi gratis dari Telkom Indonesia, yang memastikan warga tetap terkoneksi meski berada di hunian sementara.
Selain itu, dalam kompleks ini, juga terdapat klinik kesehatan dan taman bermain anak dibangun sebagai fasilitas umum. Pembangunan ini mengusung konsep modular guna memastikan kecepatan pengerjaan tanpa mengorbankan kualitas.
Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi seperti Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Kehadiran fasilitas lengkap ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan psikologis dan ekonomi warga Aceh Tamiang pascabencana.
Original Article




