Komisi X Tekankan Peran Kampus dan BRIN Pascabencana

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Jakarta

Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian menegaskan penanganan pascabencana perlu dimaknai sebagai proses pemulihan menyeluruh. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga mencakup pemulihan sosial, ekonomi, serta martabat masyarakat terdampak.

“Pendekatan tenaga padat karya menjadi strategi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama dalam proses pemulihan,” ujar Hetifah, Rabu, 31 Desember 2025.

Melalui skema tenaga padat karya, masyarakat terdampak dapat terlibat langsung dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Keterlibatan ini memberi kesempatan memperoleh penghasilan sekaligus menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga di tengah kondisi sulit. Pendekatan tersebut juga memperkuat rasa memiliki dan solidaritas sosial dalam membangun kembali wilayah terdampak.

Hetifah turut menekankan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pemulihan pascabencana. Kampus dinilai mampu berkontribusi melalui asesmen kebutuhan dan risiko, perencanaan pembangunan yang lebih aman dan berkelanjutan, pelatihan keterampilan masyarakat, hingga dukungan pemulihan psikososial.

“Keterlibatan dosen dan mahasiswa melalui pengabdian kepada masyarakat menjadikan perguruan tinggi hadir langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan,” tambahnya.

Selain perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menjadi Mitra Komisi X juga memegang peran krusial dalam memastikan proses pemulihan berbasis riset, data, dan inovasi. BRIN dapat mendukung pengembangan teknologi tepat guna, pemetaan risiko bencana, sistem peringatan dini, serta model pembangunan adaptif sesuai karakteristik wilayah terdampak.

Hetifah menegaskan pentingnya hilirisasi hasil riset agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

“Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan BRIN, penanganan pascabencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi momentum membangun ketangguhan jangka panjang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Komisi X DPR RI, lanjut Hetifah, mendorong kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari kebijakan penanganan bencana yang terintegrasi, berkeadilan, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Foto: Lalu Lintas Ibu Kota Lengang di Awal Tahun 2026
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG 1 Januari 2026: Waspada Hujan Petir di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
12.146 Napi Ikut Ketahanan Pangan di Lapas, Premi Capai Rp 902 Juta di 2025
• 11 jam laludetik.com
thumb
Malam Pergantian Tahun Baru 2026, Warga Tumpah Tuah di Festival Puncak
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Empati Korban Bencana, Warga Solo Sambut Tahun Baru dengan Seribu Lilin
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.