Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi di semua moda, termasuk masyarakat, untuk meningkatkan kesiapan menghadapi puncak arus balik Nataru yang diperkirakan terjadi besok, Jumat (2/1/2026).
Dudy menekankan pentingnya pemetaan titik-titik rawan kepadatan serta penguatan pelayanan di berbagai simpul transportasi, mulai dari terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara, guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.
“Untuk angkutan umum, kami mendorong kesiapan cadangan armada serta penambahan petugas sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (1/1/2026).
Bersama para pemangku kepentingan terkait dengan angkutan jalan, pihaknya akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, seperti contraflow maupun one way, menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan.
Di sisi lain, Menhub juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan balik agar merencanakan perjalanan ke kota asal di luar waktu puncak jika memungkinkan.
“Selalu pantau informasi terkait arus lalu lintas dan cuaca melalui kanal resmi yang tersedia. Khusus bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, selalu patuhi aturan lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tuturnya.
Baca Juga
- Disambangi Gibran, 100 Ribu Wisatawan Padati IKN saat Libur Nataru
- Kemenhub: Hampir 16 Juta Orang Pakai Transportasi Umum Selama Nataru, Naik 7% YoY
- Libur Nataru, Pelindo Multi Terminal Pastikan Operasional Pelabuhan Siaga 24 Jam
Secara umum, Dudy juga menyatakan bahwa penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 yang telah berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga saat ini, berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Meski demikian, ada hal penting yang tetap perlu menjadi perhatian, khususnya terkait aspek keselamatan.
Terlebih, BMKG telah mengeluarkan prospek cuaca adanya potensi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia sampai dengan 5 Januari 2026.
Sebelumnya, Kemenhub melaporkan jumlah pengguna transportasi umum selama masa angkutan Nataru 2025/2026 telah mencapai hampir 16 juta pergerakan, tepatnya 15.993.051 orang.
Angka tersebut terpantau naik 7% untuk masa angkutan 18 Desember (H-7 Natal) sampai dengan 31 Desember 2025 (H+6) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 14.941.524 orang.
Selain tanggal 2 Januari, arus balik masyarakat yang kembali ke pusat Kota juga akan terjadi pada tanggal 3 Januari dan 4 Januari.
Kemenhub meminta masyarakat yang menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta, kapal, dan pesawat, untuk kembali memeriksa tiket sesuai moda. Pastikan datang lebih awal untuk menghindari adanya potensi macet maupun hujan.
Sementara bagi masyarakat yang membawa kendaraan pribadi, Kemenhub mengimbau agar melakukan cek kondisi fisik kendaraan, seperti mesin, rem, ban, dan lampu untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Selain itu, pastikan saldo kartu uang elektronik dalam kondisi cukup, serta jangan memaksakan berkendara apabila mengantuk untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.



