PEMERINTAH Kabupaten Kuningan telah menerima ratusan alat dan mesin (alsintan) sepanjang 2025 lalu. Keberadaan alsintan diharapkan bisa meningkatkan produktivitas tanaman pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah menjelaskan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025, Pemkab Kuningan telah menerima 337 unit alsintan dengan nilai hampir Rp 10 miliar.
“Alsintan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” tuturnya, Kamis (1/1).
Baca juga : Pemkab Kuningan Kawal Ketat Program MBG
Ada pun alsintan yang diterima oleh Pemkab Kuningan terdiri dari Combine Harvester 5 unit, crawler traktor 1 unit, traktor roda empat (TR4) 10 unit, traktor roda dua (TR2) 24 unit, rice transplanter 5 unit, hand sprayer 198 unit, power thresher 22 unit, pompa air 70 unit, serta corn sheller 2 unit. “Seluruhnya didistribusikan secara bertahap dan berbasis kebutuhan wilayah,” tambahnya.
Dia mengungkapkan bantuan alsintan ini sangat bermanfaat untuk petani di Kabupaten Kuningan.
“Bantuan alsintan ini menjadi tulang punggung percepatan mekanisasi pertanian di Kabupaten Kuningan,” tutur Wahyu.
Baca juga : Berikut Jalan Terdampak Reuni Akbar 212 Sore Hari ini
Dengan mekanisasi yang semakin kuat, maka akan mendorong peningkatan indeks pertanaman, efisiensi biaya produksi, serta percepatan tanam dan panen di tingkat petani.
Irigasi
Selain penguatan mekanisasi, Wahyu menegaskan penguatan irigasi juga menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Sepanjang tahun 2025 dilakukan program optimalisasi lahan seluas 2.236 hektare dengan berbagai kegiatan penguatan irigasi pertanian,” tandasnya.
Kegiatan tersebut meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, serta embung sebagai sumber cadangan air di kawasan pertanian. Upaya ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan air, khususnya di wilayah tadah hujan.
“Hasilnya, pembangunan irigasi perpompaan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 hingga IP 230, sehingga petani dapat menanam dua sampai tiga kali dalam setahun secara lebih pasti dan terjadwal,” lanjut Wahyu.
Pada tahun yang sama, Diskatan Kabupaten Kuningan juga mengusulkan kegiatan RJIT kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung dan BBWS Citanduy. Seluruh usulan tersebut mendapat fasilitasi, dengan realisasi pembangunan 138 titik RJIT yang memperkuat jaringan irigasi hingga tingkat usaha tani yang pengerjaannya dilakukanoleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh BBWS.
“Kami memadukan alsintan dengan penguatan infrastruktur irigasi. Tujuannya agar peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada musim, tetapi bisa berlangsung lebih stabil dan berkelanjutan,” jelas Wahyu.





