Dalam kehidupan, tidak semua berjalan sesuai harapan. Ada kalanya rencana berantakan, hati terluka, atau keadaan datang tanpa bisa kita pilih.
Dalam ceramah ini, jamaah diajak untuk membentuk mindset yang benar dalam menghadapi ujian bahwa ujian bukan selalu tanda hukuman, melainkan sering kali bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Pesan utama yang disampaikan adalah agar kita tidak tergesa-gesa menyalahkan Allah atau orang lain ketika musibah datang.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah muhasabah diri: mengoreksi hati, mendekat kembali kepada Allah, dan bertanya dengan jujur pada diri sendiri apakah ujian itu menjadi cara Allah menarik kita kembali ke jalan-Nya.
Disampaikan pula hadits Rasulullah SAW yang menenangkan hati: setiap rasa sakit yang menimpa seorang mukmin—bahkan hanya tertusuk duri akan menjadi sebab dihapusnya dosa dan diangkatnya derajat.
Maka di balik kesulitan, sejatinya Allah sedang membersihkan jiwa dan meninggikan kedudukan hamba-Nya.
Dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti saat tertusuk pentul atau tersandung, kita diajak menyadari bahwa tanpa sadar lisan kita menyebut nama Allah.
Itulah tanda bahwa Allah ingin hamba-Nya kembali berdzikir, mengingat-Nya, dan berlama-lama bersama-Nya.
Ceramah ini menutup dengan refleksi yang sangat dalam: ketika seseorang diuji, justru shalatnya menjadi lebih khusyuk, doanya lebih panjang, dan hatinya lebih dekat kepada Allah.
Di situlah makna ujian sebenarnya Allah sedang memanggil hamba-Nya agar lebih dekat, lebih tunduk, dan lebih bersandar hanya kepada-Nya.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum





:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-01/01/featured-6a702146cbe95de04be7a5967b50115c_1767229340-b.jpg)