FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Interaksi antara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendadak jadi perhatian publik.
Kali ini, kritik datang dari pegiat media sosial, Bachrum Achmadi, yang menyinggung gestur Jenderal Maruli saat berhadapan dan salam hormat dengan Teddy.
Bachrum mengatakan, sikap KSAD yang tampak menunduk sambil hormat kepada Seskab Teddy yang berpangkat Letnan Kolonel sebagai sesuatu yang disesalkan.
Ia bahkan menyebut momen tersebut sebagai pemandangan yang memprihatinkan.
“Dikala seorang Jenderal menunduk hormat ke seorang Letkol, anak buahnya pulak lagi,” ujar Bachrum di X @bachrum_achmadi (1/1/2026).
Ia menegaskan penilaiannya dengan kalimat singkat tapi menohok. “Cuma satu kata, menyedihkan!” sambungnya.
Sebelumnya diketahui, sebuah foto yang menampilkan momen saling hormat antara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam foto tersebut, sudut pengambilan gambar terlihat kurang menguntungkan posisi KSAD.
Banyak yang menafsirkan seolah-olah seorang jenderal tengah memberi hormat kepada perwira berpangkat Letnan Kolonel. Padahal, situasinya tidak sesederhana itu.
Dari penjelasan yang beredar, justru Seskab Teddy yang lebih dahulu mengambil sikap sempurna. Ia berdiri tegap dan memberikan hormat sesuai tata upacara.
Sementara itu, KSAD Maruli yang datang belakangan disebut hendak langsung mengambil tempat duduk.
Namun, karena harus membalas penghormatan yang diberikan, momen itulah yang kemudian tertangkap kamera dan menimbulkan tafsir beragam.
Karena itu, muncul anggapan bahwa polemik tersebut lebih disebabkan oleh sudut pengambilan gambar yang kurang tepat. Bahkan, ada dugaan foto yang viral itu merupakan hasil tangkapan layar dari sebuah video.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi saat konferensi pers terkait bencana yang berlangsung pada 29 Desember lalu.
Dalam kesempatan itu, KSAD Maruli juga menyampaikan kekesalannya terkait baut jembatan yang dicuri dan diduga sebagai bentuk sabotase.
Di sisi lain, Jenderal Maruli sebelumnya pernah secara terbuka mengakui kapasitas dan kemampuan Seskab Teddy.
Pengakuan itu disampaikan saat Teddy mendapat tugas penting yang berkaitan dengan pembelaan kenaikan pangkat dari Mayor ke Letnan Kolonel.
“Saya saja belum tentu bisa kalau ditugaskan seperti Seskab Teddy,” kata Maruli saat itu.
Saat ini, Teddy Indra Wijaya dikenal sebagai salah satu figur paling dekat dengan Presiden. Dalam berbagai agenda kenegaraan, kehadirannya nyaris selalu menyertai kepala negara.
Di mana Presiden berada, di situ pula Seskab Teddy menjalankan perannya. Posisi tersebut dianggap sangat strategis dan sulit tergantikan. (Muhsin/fajar)





