JAKARTA, KOMPAS.TV - Amnesty mengecam keras berbagai rentetan teror yang menimpa influencer hingga aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik.
Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai hal ini bukan sekadar kasus kriminal biasa.
Usman mengatakan, pola serangan memiliki benang merah yaitu pembungkaman kritik publik atas buruknya penanganan bencana ekologis di Sumatra akibat kebijakan pro-deforestasi.
Kritik yang lahir dari solidaritas kemanusiaan dan semangat perbaikan justru dibalas intimidasi fisik dan digital.
Teror terhadap influencer dan aktivis yang terjadi menuai kecaman publik. Influenser asal Aceh, Sherly Annavita mengungkapkan teror terjadi usai dirinya ikut memberikan pandangan terkait bencana di Sumatera.
Dirinya dikirimi paket telur busuk dan aksi vandalisme terhadap kendaraan pribadinya.
Teror juga terjadi pada Ramond Dony Adam alias DJ Donny. Selain mendapat kiriman bangkai hewan dan surat bernada ancaman, rumah Dony juga dilempari bom molotov oleh 2 orang tak dikenal.
Atas teror yang terjadi, Dony melaporkan dugaan pengancaman dan teror ke polisi.
Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik pun tak luput dari serangan teror.
Serupa dengan DJ Donny, Iqbal mendapat kiriman bangkai hewan. Greenpeace menilai sulit untuk tidak mengaitkan teror dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini.
Merespons teror yang terjadi pada influencer, kreator konten hingga aktivis, Kompolnas, Mohammad Choirul Anam mengecam tindakan itu. Anam meminta kepolisian mengusut dan mengungkap pelaku hingga dalang teror.
Baca Juga: Rekaman CCTV Aksi Teror ke Aktivis dan Influencer, Pelaku Bisa Diungkap? | KOMPAS PETANG
#teror #aktivis #influencer
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- teror aktivis
- influencer diteror
- amnesty international
- banjir sumatera
- greenpeace
- dj donny



