Penulis: Azizah
TVRINews, Makassar
Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar monitoring harga pangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Selain pemantauan langsung, Satgas Pangan juga membuka posko pengendalian harga pangan di beberapa pasar. Posko ini bertujuan mencegah terjadinya lonjakan harga, khususnya pada komoditas beras.
Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Kantor Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Polda Sulsel, Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi harga bahan pangan.
Ketua Satgas Pangan Sulsel, Kompol Yus Ade Elisia, mengatakan hasil monitoring menunjukkan harga kebutuhan pokok masih stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Untuk beras premium saat ini dijual dengan harga sekitar Rp14.900 per kilogram, sementara beras medium Rp13.500 per kilogram. Seluruhnya masih sesuai ketentuan HET,” ujarnya, kamis, 1 Januari 2026
Ia juga menambahkan, beras SPHP kini telah tersedia di seluruh kios yang bekerja sama dengan Perum Bulog.
Sementara itu, harga komoditas lain seperti telur, daging ayam, cabai, dan minyak goreng terpantau masih relatif stabil.
Dikesempatan yang sama, Kepala Kanwil Perum Bulog Sulselbar, Fakhrurozi, menyampaikan pihaknya telah membuka posko pengendalian harga pangan di sejumlah pasar untuk menjaga stabilitas harga selama Nataru.
“Untuk harga pangan yang dijaga melalui posko ini antara lain beras SPHP Rp57.000 per 5 kilogram, gula Rp17.500 per kilogram, dan Minyak Kita Rp15.000 per liter,” jelasnya,
Fakhrurozi menambahkan, Bulog Sulselbar saat ini memiliki stok beras mencapai 582 ribu ton. Jumlah tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tujuh bulan ke depan.
Dengan ketersediaan stok dan pengawasan harga yang terus dilakukan, Satgas Pangan berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru tanpa kekhawatiran terhadap kenaikan harga bahan pokok.
Editor: Redaktur TVRINews




