Tak Ada Santa Rally, Harga Bitcoin Gagal Tutup Desember di US$90.000

wartaekonomi.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin mengakhiri bulan lalu tanpa tanda-tanda reli akhir tahun yang kerap dinantikan investor kripto. Ia menutup kuartal dengan mencerminkan rapuhnya reli kripto saat likuiditas menipis dan selera risiko melemah di Desember 2025.

Dilansir dari Coinmarketcap, Kamis (1/1), harga bitcoin kembali turun ke sekitar US$87.000. Santa rally gagal terwujud dan menyebabkan upaya bitcoin untuk merebut kembali level-level teknikal penting berulang kali gagal.

Baca Juga: Cantor Fitzgerald: Bitcoin Terancam Masuki Crypto Winter

Bitcoin tercatat berada dalam jalur penurunan bulanan terdalam sejak Desember 2018. Santa rally, yang biasanya terjadi pada pekan terakhir bulan terkait, umumnya terjadi didorong oleh likuiditas tipis, penyesuaian portofolio akhir tahun, serta sentimen liburan yang positif. Namun kali ini, dorongan tersebut tidak muncul.

Pelemahan di akhir tahun dinilai signifikan karena pasar kripto secara historis bergantung pada arus dana kuat di penghujung tahun untuk membangun momentum awal siklus berikutnya. Pada Desember ini, pergerakan harga lebih mencerminkan penataan ulang posisi investor dibandingkan awal kenaikan baru.

Dengan kinerja kuartal keempat bitcoin yang berbalik negatif secara tajam, pergerakan pasar kini lebih mencerminkan sikap risk-off dibandingkan risk-on. Bitcoin juga kembali diperdagangkan menyerupai aset berisiko tinggi, yang kesulitan mempertahankan kenaikan meskipun latar belakang makro mengarah pada potensi pelonggaran kebijakan.

Pola ini menjadi ciri perdagangan kripto menjelang akhir 2025. Setiap kenaikan harga direspons dengan aksi ambil untung cepat, pengurangan leverage selama musim liburan, serta tekanan jual yang lebih besar pada jam perdagangan dari Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Metaplanet Serok Bitcoin, Tambah 4.279 BTC

Gejolak imbal hasil obligasi dan pergerakan dolar yang tidak stabil turut mendorong investor bersikap defensif dan fokus pada pelestarian modal, kondisi yang umumnya lebih menguntungkan aset lindung nilai seperti emas dibandingkan aset spekulatif.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Foto: Senyum Kim Jong-un Rayakan Tahun Baru Bersama Sang Putri
• 25 menit lalukumparan.com
thumb
Proses Cerai, Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Pisah Rumah 6 Bulan
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Pecat Enzo Maresca, Chelsea Incar Liam Rosenior sebagai Penggantinya
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Prabowo Usulkan Pelapis Atap untuk Hunian Danantara agar Lebih Nyaman Dihuni
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Puncak Arus Balik dari Puncak ke Jakarta Diprediksi Terjadi hingga 4 Januari 2026
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.