Harga bitcoin mengakhiri bulan lalu tanpa tanda-tanda reli akhir tahun yang kerap dinantikan investor kripto. Ia menutup kuartal dengan mencerminkan rapuhnya reli kripto saat likuiditas menipis dan selera risiko melemah di Desember 2025.
Dilansir dari Coinmarketcap, Kamis (1/1), harga bitcoin kembali turun ke sekitar US$87.000. Santa rally gagal terwujud dan menyebabkan upaya bitcoin untuk merebut kembali level-level teknikal penting berulang kali gagal.
Baca Juga: Cantor Fitzgerald: Bitcoin Terancam Masuki Crypto Winter
Bitcoin tercatat berada dalam jalur penurunan bulanan terdalam sejak Desember 2018. Santa rally, yang biasanya terjadi pada pekan terakhir bulan terkait, umumnya terjadi didorong oleh likuiditas tipis, penyesuaian portofolio akhir tahun, serta sentimen liburan yang positif. Namun kali ini, dorongan tersebut tidak muncul.
Pelemahan di akhir tahun dinilai signifikan karena pasar kripto secara historis bergantung pada arus dana kuat di penghujung tahun untuk membangun momentum awal siklus berikutnya. Pada Desember ini, pergerakan harga lebih mencerminkan penataan ulang posisi investor dibandingkan awal kenaikan baru.
Dengan kinerja kuartal keempat bitcoin yang berbalik negatif secara tajam, pergerakan pasar kini lebih mencerminkan sikap risk-off dibandingkan risk-on. Bitcoin juga kembali diperdagangkan menyerupai aset berisiko tinggi, yang kesulitan mempertahankan kenaikan meskipun latar belakang makro mengarah pada potensi pelonggaran kebijakan.
Pola ini menjadi ciri perdagangan kripto menjelang akhir 2025. Setiap kenaikan harga direspons dengan aksi ambil untung cepat, pengurangan leverage selama musim liburan, serta tekanan jual yang lebih besar pada jam perdagangan dari Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Metaplanet Serok Bitcoin, Tambah 4.279 BTC
Gejolak imbal hasil obligasi dan pergerakan dolar yang tidak stabil turut mendorong investor bersikap defensif dan fokus pada pelestarian modal, kondisi yang umumnya lebih menguntungkan aset lindung nilai seperti emas dibandingkan aset spekulatif.




