Bisnis.com, BANDUNG — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumedang targetkan Pendapatan Asli daerah (PAD) 2026 tembus Rp 1 triliun. Pada 2025 lalu, Bapenda berhasil mengumpulkan PAD Rp 700 miliar.
"Ke depannya harus mencapai Rp 1 triliun seperti kaus bertuliskan 1T yang dipakai para pegawai Bapenda. Sumedang harus menjadi kabupaten yang mandiri," kata Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila, dikutip pada Kamis (1/1/2026).
Menurutnya, dana transfer ke daerah (TKD) tahun 2026 ini dipangkas pemerintah pusat hingga Rp 204 miliar.
"TKD dikurangi dan otomatis PAD harus ditingkatkan. Harus di pajak daerah dan retribusi dan lainnya. Semua harus bekerja keras,"ujarnya.
Menurutnya, sebagai pemangku kebijakan apapun yang kita lakukan harus berdampak positif kepada masyarakat.
"Kebijakan yang dilakukan harus berdampak positif kepada masyarakat," katanya.
Baca Juga
- Serapan APBD Pemkab Sumedang Sentuh 84,57%
- Investor Asal UEA Sambangi Sumedang, Kaji Potensi Investasi Sektor Pertanian
Sementara itu, Kepala Bapenda Rohana menyebutkan, karyawan Bapenda merupakan ujung tombak Kabupaten Sumedang dalam merealisasikan pendapatan daerah.
"Kami selalu mempunyai visi misi yang jelas bagaimana ketercapaian pendapatan daerah. Khususnya di PAD dan di pajak daerah. Sampai hari ini pendapatan daerah kita sudah 96,8% akhir tahun kita diangka 98%," katanya.
Rohana menjelaskan, terkait pajak daerah yang dikelola dari 9 pajak, 5 pajak telah melampaui target.
"Pertama PBB, Kedua PBJT, Pajak Burung Walet, Minerba dan Pajak Reklame. Kalau dibandingkan dengan tahun 2024 pencapaian realisasi tahun 2025 dari tingkat ketercapaian ada meningkat 2 persen lebih semuanya dari realisasi pajak daerah," jelasnya.





