Mendapat Bantuan 100 Unit Tenda, Pasar di Aceh Tamiang mulai Berdenyut

mediaindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

HUJAN deras yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada November 2025 lalu meninggalkan jejak luka bagi seluruh warga, termasuk para pelaku usaha kecil. Air bercampur lumpur yang merangsek masuk ke area pasar memaksa aktivitas jual-beli terhenti seketika, memutuskan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok, dan melumpuhkan sumber pendapatan para pedagang.

Salah satu yang terdampak serius yaitu Pasar Kuala Simpang, pasar rakyat yang telah menjadi pusat niaga sejak 1982. Kondisi lorong-lorong pasar yang dipenuhi endapan lumpur membuat aktivitas ekonomi seolah mati suri. Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag) hingga 31 Desember 2025, terdapat 32 pasar rakyat di Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan berat akibat bencana alam ini.

Merespons kondisi tersebut, Kemendag bergerak cepat melalui program Kemendag Peduli untuk memulihkan infrastruktur perdagangan dan meringankan beban masyarakat. Fokus utama diarahkan pada pemulihan fungsi pasar rakyat agar rantai distribusi kebutuhan pokok kembali normal dan pedagang dapat kembali berdaya.

Sebagai langkah awal pemulihan, Kemendag menyalurkan bantuan berupa 100 unit tenda bagi para pedagang terdampak di Pasar Kuala Simpang. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari pegawai Kemendag, pelaku usaha, serta masyarakat umum melalui platform Kemendag
Peduli.

"Kami berupaya untuk segera memulihkan kondisi pasar dan mengaktifkan kembali aktivitas perdagangan di lokasi terdampak. Harapannya, para pedagang dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman untuk menyambung penghidupan mereka," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (1/1).

Bantuan secara simbolis diterima oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Aziz. Kehadiran 100 unit tenda ini diproyeksikan akan membantu setidaknya 295 pedagang untuk segera mulai berjualan kembali sembari menunggu fase rehabilitasi bangunan pasar selesai dilakukan secara menyeluruh.

Iqbal menambahkan, dukungan pemulihan ini tidak hanya terfokus di Aceh, tetapi juga mencakup wilayah terdampak lainnya di Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Kemendag terus bersinergi dengan lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan pasar rakyat kembali berfungsi sebagai pilar ekonomi masyarakat setempat. 

Melalui berdirinya tenda-tenda darurat ini, harapan perlahan kembali tumbuh. Para pedagang mulai menata kembali lapak-lapak mereka, dan masyarakat bisa kembali mendapatkan bapok dengan lebih mudah. 

Berfungsinya kembali Pasar Kuala Simpang bukan sekadar tentang transaksi jual-beli, melainkan simbol kebangkitan dan ketangguhan masyarakat Aceh Tamiang dalam menyusun kembali kelanjutan hidup pascabencana. (Fal/E-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tinjau Jembatan Bailey Sungai Garoga, Menteri PU: Akses Vital Tapanuli Selatan Kembali Terhubung
• 21 jam laludisway.id
thumb
Treatment Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaat bagi Tubuh
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo Ungkap Dilema Menterinya Turun ke Lokasi Bencana, Sering Dikritik dan Dihujat
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tutup 2025, InJourney Gelar Doa Bersama untuk Sumatera di Destinasi Ikonik
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Pastikan Tepat Sasaran, Mensos Tinjau Hari Terakhir Penyaluran BLT Kesra
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.