Ragam Arahan Prabowo saat Ratas di Aceh Tamiang

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto melaksanakan serangkaian kunjungan sekaligus rapat koordinasi terbatas (ratas) di Aceh Tamiang, pada awal 2026 ini. Ini adalah komitmen Prabowo dan pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabanjir dan longsor.

Pada kesempatan ini, Prabowo juga meninjau hunian sementara yang dibangun untuk warga terdampak, merespons kritik penanganan bencana, serta pernyataan terkait peran TNI dan dukungan berbagai pihak termasuk diaspora.

Kunjungan Prabowo menjadi sorotan utama jelang akhir tahun dan awal tahun baru, menunjukkan fokus pemerintah pada rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir-longsor di beberapa provinsi di pulau ini.

Berikut rangkumannya

Reaksi Prabowo Saat Tinjau Hunian Danantara di Aceh Tamiang: “Luar Biasa”

Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan hunian sementara yang dibangun oleh Badan Pengelola Investasi Danantara di Aceh Tamiang, yang ditujukan untuk warga terdampak banjir dan longsor. Peninjauan ini merupakan agenda awal kunjungan Presiden di tahun 2026 dan melibatkan sejumlah pejabat tinggi serta mitra BUMN.

Prabowo didampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf, CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono.

Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Sugiono, KSAD Maruli Simanjuntak, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi, Kepala BNPB Suharyanto, ikut dalam acara ini.

Dony memberi Prabowo paparan fasilitas hunian, Prabowo sempat mendengar penjelasan mengenai kelengkapan tempat tidur hingga akses Wi-Fi gratis.

Prabowo mengaku puas dengan progres hunian tersebut, menggambarkannya dalam satu kata: “Luar biasa.”

Prabowo Soroti Pengkritik Penanganan Bencana: “Kita Terima Sebagai Koreksi”

Dalam rapat koordinasi terbatas di Aceh Tamiang, Prabowo membalas kritik yang diarahkan kepada pemerintah terkait penanganan pascabanjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengatakan kritik yang terus mencari kesalahan justru bisa menjadi bahan evaluasi.

Menurut Prabowo, kehadirannya ke lokasi bencana bukan hanya untuk melihat kondisi, tetapi untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan.

Ia juga menyoroti kecenderungan beberapa komentator yang selalu memandang kegiatan pemerintah secara negatif.

“Kita datang bukan untuk sekadar melihat, tapi untuk mengetahui masalah,” tegas Prabowo.

"Kadang-kadang sayang monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator, dan sebagainya yang selalu melihat kegiatan Bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah, dari sudut yang negatif," tambah dia.

Ia lalu mengajak para pemimpin untuk menerima pandangan-pandangan itu sebagai sebuah koreksi yang penting.

"Saya sampaikan ke saudara para pimpinan kepala badan, gubernur, salah satu kewajiban seorang pemimpin siap untuk dihujat, difitnah, tapi tidak boleh kita terpengaruh dan pantang semangat," kata Prabowo.

"Semua kita terima sebagai koreksi juga enggak apa walaupun itu fitnah, kalau kita tahu di hati kita itu tidak bener, itu jadi waspada bagi kita," tutur dia.

Prabowo: Menteri Datang ke Lokasi Bencana Bukan ‘Macul’ Tapi Kerja Nyata

Prabowo membantah pandangan negatif soal pejabat yang datang ke lokasi bencana semata untuk melihat. Dalam rapat di Aceh Tamiang, ia menegaskan tugas pejabat adalah mencatat kebutuhan korban agar bantuan bisa cepat disalurkan.

"Jadi saya pernah dengar ada kritik, untuk apa menteri datang ke tempat bencana, hanya datang melihat. Serba susah, menteri datang dibilang enggak peduli, menteri datang, masa menteri ikut macul, bukan itu," kata Prabowo dalam rapat yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Ia bercerita pengalaman berdiskusi dengan gubernur setempat dalam rangka penyelesaian kebutuhan daerah terdampak.

"Saya datang ke gubernur, Pak saya butuh ini, butuh ini, kan begitu ceritanya. Tapi mudah-mudahan saya percaya dengan bukti. Jadi saya sampaikan ke saudara, para pimpinan, para menteri, kepala, badan, gubernur semua," beber dia.

Prabowo: Jangan ‘Uang Lelah’, Tapi ‘Uang Semangat’; TNI Tak Kenal Lelah

Dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, Prabowo menanggapi istilah “uang lelah” yang digunakan terkait tunjangan untuk prajurit TNI yang membantu pemulihan bencana. Mulanya ia mendapat paparan bahwa prajurit mendapat uang lelah, dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

Ia mengoreksi penyebutan tersebut menjadi “uang semangat”, menekankan bahwa prajurit TNI dikenal sebagai pihak yang tidak mengenal lelah dalam bertugas.

“Kalau tentara jangan uang lelah, ya, karena tentara enggak boleh lelah,” ujar Prabowo.

Suharyanto lalu mengoreksi pernyataannya dan menyebut uang yang diberikan merupakan uang saku.

"Uang saku, Bapak. Siap," kata Suharyanto.

Prabowo Terbuka Terima Bantuan Diaspora untuk Korban Bencana

Presiden Prabowo memastikan pemerintah terbuka terhadap bantuan dari diaspora nasional yang ingin membantu pemulihan pascabanjir dan longsor. Ia menyatakan tidak akan menolak bantuan yang tulus dan ikhlas, asalkan disalurkan melalui mekanisme pemerintah yang jelas dan transparan.

Prabowo juga menyebutkan potensi keterlibatan diaspora dari berbagai daerah seperti Aceh, Minang, dan Sumatera Utara untuk membantu daerah asal mereka.

“Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita tidak akan menolak bantuan, asal mekanismenya jelas,” kata Prabowo dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang.

Ia menyebutkan secara khusus kemungkinan keterlibatan diaspora dari berbagai daerah. Prabowo mencontohkan diaspora Aceh yang ingin membantu di Aceh, diaspora Minang yang terpanggil membantu Sumatera Barat, maupun komunitas masyarakat Sumatera Utara di luar daerah, termasuk dari luar negeri.

“Kalau ada diaspora Aceh merasa terpanggil membantu di Aceh, ya monggo. Diaspora Minang membantu Ranah Minang, silakan. Mungkin ada juga di Sumatera Utara, ada komunitas orang Batak di Jawa juga besar dan banyak, silakan, dari luar negeri,” ujarnya.

Prabowo Minta Sekolah & Puskesmas di Lokasi Bencana Difungsikan Lagi

Prabowo meminta agar fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas di wilayah terdampak bencana di Sumatera segera difungsikan kembali untuk melayani masyarakat. Tindakan ini ia nilai penting untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi setelah bencana.

Ia menilai kembalinya layanan pendidikan dan kesehatan adalah bagian dari langkah rehabilitasi yang harus dipercepat.

Upaya ini dilakukan bersama jajaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkait.

Prabowo Setuju Operasi Besar Normalisasi Sungai Berlumpur di Sumatera

Dalam ratas masalah penanganan bencana, Prabowo menyetujui operasi besar-besaran untuk normalisasi sungai yang berlumpur akibat banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera. Normalisasi sungai ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir susulan dan memperlancar alur air.

Prabowo menekankan pentingnya operasi terkoordinasi antara kementerian/lembaga, BNPB, dan pemda untuk implementasi program normalisasi sungai ini.

Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi pemulihan dan mitigasi bencana di level daerah terdampak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satu Keluarga Tewas dalam Kontrakan di Warakas Jakut, Polisi Sita Bekas Makanan dan Ponsel
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Puslabfor Polri Olah TKP Rumah Sekeluarga Tewas di Warakas
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Satgas Yonif 511/DY Bagikan Makanan Ringan Sambut Tahun Baru di Pirime
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
KSAD Maruli Simanjuntak Geram Baut Jembatan Dipreteli di Aceh, Gus Umar Ungkap Hal Ini
• 3 jam lalufajar.co.id
thumb
Sukarelawan Prabowo Usulkan Tjokorda Ngurah Sebagai Calon Jaksa Agung
• 8 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.