Populer: Purbaya Kena Omel soal Coretax; Suriah Mulai Redenominasi Mata Uang

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Berita mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang masih mendapat keluhan mengenai aktivasi Coretax menjadi salah satu berita yang banyak dibaca pada Kamis (1/1).

Selain itu, Suriah yang mulai menggunakan mata uang baru dan melakukan redenominasi per 1 Januari 2026 juga menjadi berita yang ramai dibaca di kumparanBisnis.

Purbaya Kena Omel soal Ribetnya Coretax

Terkait masih ada keluhan, Purbaya memang mengakui proses aktivasi yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak memang masih menemui sejumlah kendala.

“Ada beberapa orang yang ngomel saya dua orang yang ngomel dalam dua hari ini. Itu kayaknya complicated ya caranya. Nanti saya nilai deh, saya lihat lagi. Tapi sistemnya sih, kalau ada di kantor Pajak sama orang pajak pasti selesai,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (31/12).

Dia menjelaskan aktivasi baru bisa lancar jika dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) karena para wajib pajak (WP) bisa memperoleh pendampingan.

Hingga 31 Desember 2025 pukul 16.20 WIB, jumlah akun wajib pajak yang berhasil diaktivasi telah menembus lebih dari 11 juta. Dari total 11.034.775 akun yang aktif, mayoritas berasal dari Wajib Pajak Orang Pribadi sebanyak 10.131.253 akun. Sisanya terdiri dari 814.932 akun Wajib Pajak Badan dan 88.369 akun milik instansi pemerintah.

Selain itu, DJP juga mencatat sebanyak 221 pelaku Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) telah terdaftar dalam sistem Coretax.

Suriah Mulai Redenominasi Mata Uang Baru

Terkait peluncuran mata uang baru Suriah, hal ini sudah dilakukan oleh Presiden Suriah, Ahmed Al Sharaa pada 29 Desember 2025 lalu di Damaskus.

“Peluncuran mata uang baru menandai berakhirnya sebuah fase yang tidak akan disesali siapa pun sekaligus menjadi awal dari tahap baru yang diharapkan oleh rakyat Suriah dan masyarakat di kawasan, di mana mereka kembali merasakan harapan terhadap kondisi Suriah saat ini,” kata Ahmed.

Dikutip dari Syrian Arab News Agency (SANA), penerbitan mata uang baru tersebut dilakukan melalui Dekret Nomor 293 Tahun 2025 tentang peluncuran mata uang nasional Suriah yang baru dan mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

Selain menerbitkan mata uang baru, redenominasi juga dilakukan. Dengan redenominasi di mata uang baru Suriah akan diterbitkan dengan cara menghapus dua nol dari nilai nominal mata uang lama.

Dengan demikian, setiap 100 pound Suriah lama setara dengan 1 pound Suriah baru. Adapun satuan terkecil pound Suriah adalah qirsh dengan 100 qirsh setara dengan 1 pound Suriah dalam sistem mata uang yang baru.

Untuk penukaran, selama masa transisi yang diatur dalam dekrit, mata uang lama dan mata uang baru akan beredar secara bersamaan dan tetap sah. Jika batas waktu penukaran berakhir, mata uang Suriah lama akan ditarik dan tak lagi menjadi alat tukar yang sah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Kunjungi Pengungsi di Tapanuli Selatan
• 23 jam lalumatamata.com
thumb
Kemenhub periksa kelaikan 100 ribu lebih kendaraan angkuatan orang
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Tinggalkan Borneo FC karena Alasan Keluarga, Fajar Fathur Rahman Merapat ke Malut United?
• 22 jam lalufajar.co.id
thumb
Terpopuler: Adu Nilai Pasar Persib vs Ratchaburi, Agenda Padat Timnas Indonesia di 2026
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Gibran Tinjau SMA Taruna Nusantara IKN, Ditargetkan Rampung Januari 2026
• 23 jam laluidntimes.com
Berhasil disimpan.