JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait munculnya bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah selatan Jawa Tengah.
Fenomena ini diprediksi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang membentang dari wilayah Aceh hingga Kalimantan pada Jumat (2/1/2026).
Prakirawan BMKG, Adelia mengungkapkan, bibit siklon tersebut saat ini mencatatkan kecepatan angin maksimum hingga 40 knot atau sekitar 75 km/jam dengan tekanan udara minimum 998 hPa.
Berdasarkan pantauan satelit, sistem ini terus bergerak ke arah tenggara.
"Potensi bibit siklon tropis 90S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan masuk dalam kategori sedang hingga tinggi," ujar Adelia dalam siaran BMKG, Kamis (1/1).
Baca Juga: BMKG Rinci Kabupaten dan Kota Berstatus Siaga Hujan Lebat 2–3 Januari 2026
Keberadaan bibit siklon ini menciptakan daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) serta pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari pesisir selatan Jawa Barat hingga Yogyakarta.
Selain itu, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan, tepatnya di utara Brunei Darussalam.
Sirkulasi tersebut membentuk jalur konvergensi yang memanjang dari Laut Cina Selatan utara Sarawak menuju Laut Natuna Barat, hingga ke wilayah Kalimantan Barat bagian utara dan Samudra Hindia selatan Pulau Timor.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sekitar bibit siklon maupun di sepanjang daerah konvergensi," tambah Adelia.
Daftar Wilayah Siaga Cuaca EkstremPenulis : Danang Suryo Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- cuaca ekstrem
- BMKG
- bibit siklon 90S
- peringatan dini
- hujan lebat
- prakiraan cuaca 2026





