Harga Bitcoin Catat Kerugian Tahunan Pertama Sejak 2022

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin berada dalam jalur untuk mencatatkan penurunan tahunan pertamanya sejak 2022. Hal itu terjadi seiring tekanan makroekonomi global dan melemahnya momentum yang membebani aset kripto terbesar tersebut.

Analis Pasar Senior XS.com, Linh Tran mengatakan bahwa pergerakan harga bitcoin menunjukkan karakteristik aset berisiko pada tahun dari 2025.

Baca Juga: Tak Ada Santa Rally, Harga Bitcoin Gagal Tutup Desember di US$90.000

“Pasar menunjukkan bahwa bitcoin semakin menampilkan karakteristik sebagai aset berisiko dalam sistem keuangan global, dengan korelasi yang cukup kuat terhadap pasar saham dari Amerika Serikat (AS),” kata Linh Tran, dilansir Jumat (2/1).

Meski sempat mencetak rekor tertinggi baru sepanjang tahun ini, bitcoin kesulitan mempertahankan momentum sejak Oktober. Hingga akhir tahun, harga bitcoin turun lebih dari 6%.

Bitcoin sempat melonjak tajam pada awal tahun didorong oleh ekspektasi regulasi yang lebih ramah terhadap aset kripto. Namun, harga kemudian anjlok menyusul pengumuman tarif oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pasar dengan cepat pulih, mendorong bitcoin menembus rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 di Oktober.

Namun, hanya beberapa hari kemudian, pasar kembali terguncang setelah sang presiden mengumumkan tarif baru dan mengancam pembatasan ekspor perangkat lunak strategis. Kebijakan tersebut memicu aksi likuidasi besar-besaran dalam pasar kripto berbasis leverage, yang disebut sebagai likuidasi terbesar dalam sejarah kripto.

Tran menilai pergerakan harga bitcoin sepanjang tahun lalu semakin mengikuti sentimen pasar saham, seiring meningkatnya partisipasi investor ritel dan institusional tradisional di pasar kripto. Tren ini diperkirakan akan berlanjut pada 2026.

Baca Juga: Cantor Fitzgerald: Bitcoin Terancam Masuki Crypto Winter

Secara historis, pergerakan bitcoin tidak sejalan dengan pasar saham karena dipandang sebagai instrumen investasi alternatif. Namun, dengan adopsi yang semakin luas oleh investor tradisional dan institusi, korelasi antara kripto dan saham dinilai semakin menguat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Live di ANTV: Atalanta vs AS Roma, Gian Piero Gasperini Pulang ke Rumah Mantan
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
China Kecam CBAM Uni Eropa, Ancam Terapkan Tarif Balasan
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Gunung Semeru Meletus Lagi di Awal 2026, Kolom Abu Setinggi 600 Meter
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Presiden Prabowo Ingatkan Kepala BNPB saat Beri Laporan Bencana: Kalau Tentara Jangan Uang Lelah
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Cahaya Doa di Langit Yogya, 1.000 Balon Terbang di Malam Tahun Baru 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.