JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar kebencanaan UGM, Dwikorita Karnawati meminta pemerintah memperhatikan periode ulang banjir bandang dalam pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban banjir Sumatera.
Dwikorita menegaskan pembangunan huntap harus benar-benar memperhitungkan mitigasi bencana.
Pasalnya, huntap sedianya akan menjadi tempat tinggal permanen bagi warga yang kehilangan rumah dalam banjir akhir November lalu.
Perempuan yang pernah menjabat sebagai kepala BMKG itu pun menekankan pemerintah harus memetakan ulang daerah rawan dalam pembangunan hunian di Sumatera.
Pasalnya, kerusakan lingkungan disebutnya membuat kondisi lahan dan periode ulang banjir bandang berubah.
Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Terjadi di Maninjau Kabupaten Agam, Material Banjir Tutup Jalan Provinsi
"Banjir bandang ini periode ulangnya yang terakhir dari pengamatan kami, dari catatan empiris kami itu 22 tahun," kata Dwikorita dalam program "Sapa Indonesia Pagi" KompasTV, Senin (1/1/2026).
"Jadi kalau 2026 membuat huntap, itu juga harus aman dari kemungkinan banjir bandang 20 tahun lagi, atau lebih cepat karena lingkungannya rusak," tuturnya.
Lebih lanjut, Dwikorita menilai pemerintah sebaiknya mengatasi akar masalah banjir besar di Sumatera, yakni kerusakan lingkungan.
Ia menyebut pemerintah harus tegas dalam melindungi kawasan hutan dan menegakkan peraturan lingkungan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- hunian tetap
- banjir sumatera
- periode ulang banjir bandang
- dwikorita karnawati
- huntap




