BAGI Anda yang lahir di bulan Januari, bersiaplah untuk merasa sedikit "kurang beruntung" dibandingkan rekan-rekan Anda yang lahir di bulan lain. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan orang yang lahir di bulan pertama ini secara resmi menerima kado lebih sedikit sepanjang hidup mereka.
Fenomena ini sebenarnya masuk akal secara finansial. Perayaan Natal baru saja berlalu dan dompet kebanyakan orang mulai menipis. Namun, apakah hal ini adil bagi mereka yang merayakan hari kelahiran di awal tahun?
Selisih Hingga Belasan Juta RupiahSitus keuangan Money.co.uk menemukan fakta mengejutkan orang yang lahir di bulan Januari menerima nilai kado hingga €1.300 (sekitar Rp22 juta) lebih sedikit dibandingkan orang lain selama masa hidup mereka.
Laporan dari Unilad juga memperkuat hal ini, di mana sepertiga orang dewasa mengaku menghabiskan biaya 34 persen lebih rendah untuk membeli hadiah bagi mereka yang berulang tahun di bulan Januari. Jeda waktu antara gajian terakhir sebelum Natal hingga gajian pertama di tahun baru sering kali terasa sangat lama, sehingga memaksa banyak orang untuk berhemat secara ekstrem.
Prioritas Anggaran KadoData tersebut juga merinci rata-rata pengeluaran seseorang untuk orang-orang terdekat mereka. Ternyata, kita cenderung menghabiskan anggaran paling besar untuk pasangan dengan rata-rata €108 (Rp1,8 juta), disusul untuk anak-anak sebesar €85 (Rp1,4 juta), dan orang tua sebesar €50 (Rp850 ribu). Menariknya, terungkap pula bahwa pengeluaran untuk kado ibu ternyata 16% lebih tinggi dibandingkan untuk ayah.
Kondisi keuangan yang sulit di awal tahun ini sering kali membuat para pemberi kado harus putar otak, mulai dari memanfaatkan promo January Sales hingga memilih kado yang lebih murah.
Mengapa Januari Terasa Berbeda?Pakar keuangan pribadi dari money.co.uk, Salman Haqqi, menjelaskan fenomena ini berkaitan erat dengan pengendalian diri setelah pengeluaran besar di akhir tahun.
"Setelah pengeluaran finansial yang berlebihan di masa Natal, bagi banyak orang, Januari adalah waktu untuk kembali mengendalikan uang mereka. Hal ini sering kali melibatkan pembatasan pengeluaran untuk pembelian seperti hadiah, aktivitas, dan acara keluar malam, yang mungkin membuat mereka yang lahir di bulan Januari merasa sedikit dikesampingkan," ujar Haqqi kepada Unilad.
Kesenjangan ini menjadikan bulan Januari sebagai tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin merayakan ulang tahun dengan meriah namun terbentur kondisi ekonomi pasca-libur panjang. (RollerCoster/Z-2)




