Venezuela Tahan 5 Warga AS di Tengah Tekanan Rezim Maduro

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

APARAT keamanan Venezuela dilaporkan telah menahan sedikitnya lima warga negara Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Penahanan ini terjadi di tengah meningkatnya kampanye tekanan yang dilancarkan pemerintah AS terhadap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Seorang pejabat AS yang mengetahui masalah ini mengungkapkan kepada CNN, latar belakang kasus para individu tersebut bervariasi. Beberapa di antaranya diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba, namun pejabat AS masih terus mengumpulkan informasi mendalam mengenai aktivitas mereka saat penangkapan terjadi.

Pemerintahan Trump meyakini rezim Maduro sengaja menahan warga AS untuk membangun posisi tawar atau leverage terhadap Washington. Taktik ini dinilai meniru langkah Rusia yang kerap menahan warga AS untuk digunakan sebagai alat diplomasi dalam hubungan yang tegang.

Tekanan AS Kian Intensif 

Ketegangan antara kedua negara meningkat menyusul serangkaian tindakan agresif AS belakangan ini. Tekanan tersebut mencakup serangan militer AS terhadap kapal-kapal pengangkut narkoba, serangan pesawat nirawak (drone) CIA terhadap fasilitas pelabuhan Venezuela, hingga blokade minyak baru-baru ini.

Meskipun pemerintahan Trump menghindari istilah "perubahan rezim" secara eksplisit, mereka secara terbuka menuduh Maduro sebagai pemimpin tidak sah dan terlibat dalam perdagangan narkoba internasional. Pada Desember lalu, Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan sanksi terhadap anggota keluarga Maduro, termasuk tiga keponakan dan adik iparnya.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan posisi keras Washington dalam sebuah konferensi pers bulan lalu. "Jelas bahwa status quo dengan rezim Venezuela saat ini tidak dapat ditoleransi oleh Amerika Serikat," tegas Rubio saat ditanya mengenai komitmen AS untuk terus meningkatkan tekanan militer hingga Maduro menyerah.

Kondisi Tahanan Politik 

Aktivis hak asasi manusia mencatat Venezuela saat ini menahan ratusan orang sebagai tahanan politik. Sebagian besar ditangkap menyusul protes pasca-pemilu 2024 yang diklaim dimenangkan oleh Maduro, namun dianggap tidak demokratis oleh pengamat independen.

Meski kelompok hak asasi manusia Foro Penal melaporkan adanya puluhan orang yang dibebaskan dari penjara Venezuela pada Kamis (1/1), namun tidak ada warga negara Amerika Serikat yang termasuk dalam daftar tersebut.

Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar mengenai nasib para warga AS yang masih ditahan oleh rezim Maduro. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Apresiasi Danantara Bangun 600 Huntara dalam Waktu Singkat
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
LPSK Catat Lonjakan Permohonan Perlindungan pada 2025
• 45 menit laluokezone.com
thumb
Prabowo Restui Pembentukan Satgas Kuala, Ini Tugasnya
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Julian Johan Wakili Indonesia di Rally Dakar 2026, Siap Tempuh Medan Ekstrem Usai 14 Tahun Tanpa Perwakilan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Purbaya Belum Baca Surat Menperin soal Usulan Insentif Otomotif 2026
• 25 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.