REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pilihan menu sarapan tidak hanya berpengaruh pada energi pagi hari, tetapi juga berperan dalam mengontrol lemak perut. Ahli gizi bersertifikat Tara Collingwood mengatakan menu sarapan yang sehat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, membuat tubuh kenyang lebih lama, dan mendukung kesehatan metabolisme.
Berikut tujuh sarapan yang direkomendasikan Collingwood untuk mengontrol lemak perut menurut Collingwood, seperti dilansir laman Eat This Not That, Jumat (2/1/2026):
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Sering Pakai Lipstik Saat Makan? Awas, Zat Berbahaya Ini Bisa Ikut Tertelan
- Labubu dan KPop Demon Hunters Dominasi Tren Konsumen Asia pada 2025
- Menengok 2025: Jumbo Cetak Sejarah, Agak Laen Patahkan ‘Kutukan’, dan Dominasi Simfoni Timur
1. Telur
Telur menjadi rekomendasi utama. Kandungan protein berkualitas tinggi pada telur membantu tubuh merasa kenyang lebih lama serta menjaga massa otot yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Kombinasi protein dan lemak juga membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi keinginan ngemil pada pagi hari.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
2. Greek yogurt
Greek yogurt kaya protein dan mengandung probiotik yang mendukung kesehatan saluran cerna. Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan usus berhubungan dengan pengaturan lemak di area perut. Disarankan memilih yogurt tanpa pemanis, lalu menambahkan buah atau sedikit madu bila perlu.
3. Oatmeal
Oatmeal mengandung serat larut tinggi yang memperlambat pencernaan dan membantu mengontrol gula darah. Serat ini juga dikaitkan dengan penurunan lemak visceral (lemak perut bagian dalam) secara bertahap, sekaligus mendukung kesehatan jantung.

:quality(80):format(jpeg)/posts/2026-01/01/featured-19b6195b613647e53380d448de727a55_1767268975-b.jpg)

