Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi dalam fase konsolidasi di hari pertama perdagangan tahun 2026. Posisi terakhir IHSG berada di level 8.646 usai menguat tipis 0,03 persen.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, CTA, CSA, menuturkan indikator RSI masih menunjukkan sinyal negatif, dan terjadi penurunan volume. Meski demikian, Stochastics K_D mulai menunjukkan sinyal positif.
"Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi," kata Nafan Aji dikutip dari riset hariannnya, Jumat, 2 Januari 2026.
- ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Dari sisi makro ekonomi, Nafan Aji mengatakan bahwa para pelaku pasar terus memantau perkembangan dinamika ekonomi makro global. Mulai dari kebijakan tarif Donald Trump, prospek kebijakan moneter The Fed maupun Bank Indonesia, perkembangan indeks manufaktur global dan domestik, perkembangan geopolitik, maupun perkembangan teknologi yang mempengaruhi sentiment pasar.
"January Effect pada awal tahun ini tentunya akan sangat bergantung pada dinamika tersebut," imbuh Nafan Aji.
Lebih lanjut, Nafan Aji menetapkan titik support IHSG berada di level 8.506 dan 8.448. Sedangkan titik resistance pada are 8.600 dan 8.666.
Pada hari pertama perdagangan pasar di Tahun Baru, Nafan Aji memperkirakan sejumlah emiten saham potensial cuan. Berikut rekomendasi saham yang patut untuk para investor cermati.
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)
- Rekomendasi : Buy
- Area beli : 1.000-1.020
- Target harga : 1.040
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
- Rekomendasi : Add
- Area beli : 2.540-2.640
- Target harga : 2.650
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
- Rekomendasi : Buy
- Area beli : 3.130-3.330
- Target harga : 3.410




