Pantau - Prof. Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan batuk berkepanjangan selama masa liburan, karena bisa menjadi gejala tuberkulosis (TBC).
Ia menyampaikan bahwa batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak sembuh meski sudah minum obat biasa, patut dicurigai sebagai gejala TBC dan harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.
Gejala TBC dan Langkah PencegahanGejala batuk akibat TBC umumnya disertai dahak berwarna kuning atau hijau, terkadang bercampur darah.
Penderita juga dapat mengalami penurunan berat badan serta keringat di malam hari.
Prof. Tjandra mengimbau masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan agar memakai masker di tempat umum dan tidak menunda pemeriksaan medis.
Jika terdiagnosis TBC, pasien diminta untuk tetap menjalani pengobatan setiap hari secara teratur, termasuk saat masa liburan.
Layanan Kesehatan Siaga dan Cek Gratis Selama LiburanPemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan 44 puskesmas dan 31 RSUD, serta posko layanan kesehatan di terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan tempat wisata selama masa liburan.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mencakup skrining TBC, kondisi jiwa, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, status gizi, tekanan darah, gula darah, serta konseling untuk penyakit paru seperti PPOK dan kanker paru.
Prof. Tjandra menekankan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan terhadap pengobatan.
"TBC bisa sembuh, asal dideteksi sejak dini dan obat diminum teratur," ujarnya.

