jpnn.com - ACEH TAMIANG - Presiden Prabowo Subianto memuji dan menyampaikan penghormatan kepada pihak yang telah bekerja dengan cepat dalam penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Prabowo mengungkap hal itu saat rapat terbatas di lokasi pembangunan rumah hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Kamis (1/1).
BACA JUGA: Sertu Hamzah Lubis, Prajurit Kodim Aceh Tamiang, Ternyata Istrinyaâ¦
Kepala Negara menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para petugas lapangan, prajurit, dan seluruh pihak yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi.
“Petugas-petugas di lapangan, prajurit-prajurit di mana-mana, saya mengapresiasi. Semua K/L, harus menilai anak buahnya yang berbuat baik, segera dicatat, nanti beri penghormatan,” kata Prabowo.
BACA JUGA: Oh Ternyata, Ini Alasan Prabowo Tidak Tetapkan Banjir Sumatra Jadi Bencana Nasional
BACA JUGA: Prabowo Menyindir Siapa nih soal Bantuan Penanganan Bencana
Dia juga menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah meringankan penderitaan rakyat. Untuk itu, pemerintah memandang dengan sangat serius pemulihan pascabencana dan telah menyiapkan anggaran yang cukup besar guna mendukung upaya penanganan secara menyeluruh.
“Jadi, pemerintah akan habis-habisan untuk membantu, ya, sudah siap anggaran cukup besar untuk mengatasi ini,” katanya.
Prabowo pun menilai pembangunan hunian yang dilaksanakan dalam waktu sangat singkat oleh Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sebagai sebuah prestasi.
Namun, Prabowo juga memberikan sejumlah masukan perbaikan, khususnya terkait kenyamanan hunian, seperti pengelolaan panas atap seng dengan solusi sederhana dan terjangkau melalui pemanfaatan bahan-bahan lokal.
“Solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal, anyaman, dari ijuk, dari apa dilapisi di bawahnya seng. Jadi, hal-hal semacam itu nanti kreativitas orang-orang di lapangan,” ujar Prabowo.
Kepala Negara juga meminta Danantara untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah, baik gubernur maupun bupati, agar pelaksanaan pembangunan tidak tumpang tindih dan seluruh sumber daya dapat dimanfaatkan secara efektif.
“Yang penting nanti koordinasi yang ketat, ya. Tanya Pemda, tanya gubernur, gubernur yang menilai mana yang lebih penting, tanya Bupati bagaimana BNPB, supaya benar-benar bermanfaat, tidak tumpang tindih, tidak mubazir semuanya harus diarahkan, segera untuk membantu rakyat,” ujar Prabowo. (bpmis/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini 3 Permintaan Bupati Aceh Tamiang kepada Prabowo
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




