JAKARTA, DISWAY.ID - Prabowo jawab kritikan Menteri yang kunjungi lokasi bencana dan menyampaikan jika mengapresiasinya ke jajaran kementerian dan lembaga (K/L).
Menurutnya, kehadiran pejabat pemerintah di lokasi bencana merupakan bagian dari kewajiban untuk mengetahui langsung permasalahan di lapangan, bukan sekadar datang melihat kondisi masyarakat terdampak.
"Saya kira inilah memang kewajiban kita saya terima kasih semua unsur saya lihat turun ke lapangan saya juga terima kasih sebagian besar kalau tidak hampir semua pejabat-pejabat dari semua K/L berinisiatif semuanya turun," kata Prabowo dalam rapat penanggulangan bencana di Aceh pada Kamis, 1 Januari 2025.
BACA JUGA:Harga Transfer Jay Idzes Terus Melonjak, Segini Cuan yang Bisa Dikantongi Sassuolo
BACA JUGA:Promo JSM Indomaret Terbaru Minggu Ini 2-4 Januari 2026, Rinso Detergent Awal Tahun Rp9 Ribuan
"Kita berbagi ke berbagi daerah, berbagai titik untuk saling mengecek, memeriksa, mencari masalah, kita datang sekali lagi bukan untuk sekedar melihat tapi kita datang untuk mengetahui masalah," tambah Prabowo.
Ia menyinggung adanya kritik dari sebagian pihak yang memandang negatif kehadiran pejabat di lokasi bencana. Prabowo menyebut kritik tersebut sering kali tidak proporsional.
“Kalau menteri tidak datang dibilang tidak peduli. Menteri datang, lalu dibilang buat apa datang, masa menteri ikut macul,” katanya.
Prabowo menegaskan tugas pemimpin bukan melakukan pekerjaan teknis di lapangan, melainkan memastikan kebutuhan daerah terdampak dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti.
BACA JUGA:Pelunasan Bipih Tahap II Dibuka 2-9 Januari, Kemenhaj Perluas Akses Jemaah Rentan Haji 2026
BACA JUGA:Katalog Promo JSM Alfamart Minggu Ini Terbaru 2-4 Januari 2026, Minyak Goreng 2L Mulai Rp36 Ribuan
"Pejabat datang pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat kan begitu," imbuhnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan para pemimpin di semua tingkatan bahwa salah satu konsekuensi kepemimpinan adalah siap menerima kritik, hujatan, bahkan fitnah.
Namun, hal tersebut tidak boleh melemahkan semangat untuk bekerja.
“Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah. Tapi tidak boleh terpengaruh dan tidak boleh patah semangat,” tegasnya.
- 1
- 2
- »





